Rabu, 17 Jun 2026 13:28 WIB

Gus War Ajak Warga Kota Kediri Pererat Kerukuran, Jangan Terpecah

  • Penulis :
  • | Senin, 25 Agu 2025 15:00 WIB
Ketua MUI KH Anwar Iskandar. (Foto: NU Online)
Ketua MUI KH Anwar Iskandar. (Foto: NU Online)

jatimnow.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar kembali mengingatkan soal kerukunan, khususnya antar umat beragama. Dalam suasana kemerdekaan Indonesia yang hangat ini, Gus War tak ingin ada lagi polemik-polemik pemecah persatuan, seperti radikalisasi dan politisasi beragama, serta penolakan-penolakan pembangunan tempat ibadah yang terjadi di beberapa daerah.

Gus War menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas semangat persatuan, meski masyarakatnya berasal dari latar belakang suku, budaya, dan keyakinan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Menurutnya, perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkuat bangsa. Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Kota Kediri itu juga menekankan bahwa kerukunan antar umat beragama adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas bangsa. Karena itu, setiap pihak, baik tokoh agama, masyarakat, maupun pemerintah, memiliki tanggung jawab bersama dalam merawat persaudaraan dan menjaga kedamaian.

Banyaknya polemik pembangunan tempat ibadah, termasuk di Kediri ini menurutnya tidak perlu terjadi. Mendirikan tempat ibadah menjadi bagian dari pelaksanaan UUD Pasal 29 tentang kebebasan beragama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Sehingga mendirikan tempat beribadah merupakan hak yang dilindungi oleh undang-undang.

“Mendirikan tempat ibadah itu bagian dari pelaksanaan UUD pasal 29 tentang kebebasan beragama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Sehingga mendirikan tempat beribadah itu hak yang dilindungi oleh undang-undang,” kata Gus War.

“Cuma semua itu kan harus diatur. Untuk mengatur itu pemerintah membuat  Surat Keputusan Bersama 2 menteri (Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 (SKB 2 menteri) terkait syarat pendirian rumah ibadah, jadi sepanjang sesuai dengan SKB 2 menteri (memenuhi persyaratan pembangunan tempat ibadah), ya harus jalan,” lanjutnya.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Lanjut Gus War, dalam SKB 2 menteri itu juga harus mempertimbangkan kearifan lokal di masing-masing daerah agar tidak memunculkan polemik di masyarakat. Oleh karena itu Forum Kerukunan Umat Berqgama (FKUB) hadir di setiap daerah untuk mamfasilitasi hal tersebut, agar setiap masyarakat benar-benar menerima secara transparan dan sukarela.

“Kenapa kemudian ada FKUB? Itu merupakan bagian dari kearifan lokal yang setiap daerah punya. Antara lain mestinya, mendapatkan tanda tangan dari warga sekitar secara sukarela, jangan dipaksa-paksa. Kenapa itu dilakukan, ya tentu agar ke depan semua berjalan smooth karena sudah mendapatkan lampu hijau dari masyarakat,” jelas Gus War.

Masyarakat di Kota Kediri menurut Gus War sudah cukup memahami kondisi ini. Predikat 10 besar Kota Paling Toleran di Indonesia berdasarkan penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) 2023 yang dirilis oleh Setara Institute, bukanlah isapan jempol.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

“Kalau secara pribadi menurut saya, semua orang beragama harus diberi kesempatan membangun rumah ibadahnya. Itu Hak yang esensial, tidak boleh orang melarang. Kecuali ada sesuatu yang memang dianggap mengganggu,” tegasnya.

Sekali lagi, Gus War mengajak seluruh umat beragama untuk terus mengedepankan sikap toleransi, saling menghargai, serta menghindari provokasi yang berpotensi merusak keharmonisan sosial.

“Predikat itu hanya soal simbol, tidak terlalu penting, tapi yang penting kesadaran untuk hidup rukun di sebuah negara bangsa. Jangan manas-manasi,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.