Minggu, 07 Jun 2026 09:39 WIB

Ratusan Tukik dan Perkutut Dilepaskan di Pantai Papuma Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 18 Agu 2025 21:00 WIB
KPH Jember melepas ratusan Tukik dan burung perkutut. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
KPH Jember melepas ratusan Tukik dan burung perkutut. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan tukik atau anak penyu dan burung perkutut dilepaskan di Pantai Papuma Ambulu Jember. Kegiatan ini dalam rangka Peringatan HUT ke-80 RI serta Hari Konservasi Alam Nasional.

Pelepasan ratusan tukik dan burung perkutut oleh Kesatuan Pangku Hutan (KPH), menggabungkan semangat kemerdekaan dengan peduli terhadap kelestaran alam.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Kepala KPH Jember, Eko Teguh Prasetyo mengatakan, sebanyak 250 ekor tukik hasil kerjasama dengan Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri ini dilepas. Harapannya dapat tumbuh berkembang dan menjadi bagian integral ekosistem di Pantai Papuma.

"Kami merasa Pantai Papuma sebagai kawasan wisata tetap harus dijaga ekosistemnya, termasuk satwa di dalamnya," kata Eko Teguh Prasetyo, Senin (18/8/2025).

Meski Pantai Papuma bukan habitat alami penyu bertelur, KPH Jember berharap, pelepasan ini dapat menciptakan ekosistem baru yang mendukung kehidupan penyu di kawasan Papuma.

KPH Jember juga melakukan aksi penyelamatan burung perkutut, dengan membeli sekitar 300 ekor dari pedagang yang berada di Kota Jember, Kemudian dilepaskan ke hutan lindung di kawasan atas Pantai Papuma.

"Kami yakin banyak burung perkutut yang sudah ditangkap kemudian dijual di pasar. Kami beli kembali dengan tujuan melepas liarkan, sehingga populasinya semakin banyak untuk menjaga ekosistem hutan lindung," jelasnya.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Strategi unik ini, untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem hutan lindung yang berada di sekitar kawasan wisata Pantai Papuma, sekaligus memberi edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga satwa liar.

Kegiatan ini menjadi simbol, bahwa kemerdekaan Indonesia juga harus dimaknai dengan kebebasan alam dan satwa dari ancaman kepunahan.

"Selain melaksanakan semarak kemerdekaan, kami juga melaksanakan konservasi sebagai bagian dari peringatan Hari Konservasi Alam Nasional," tambah Eko Teguh.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

KPH Jember menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem. 

Lembaga ini berkomitmen terus melakukan upaya konservasi untuk menjaga keanekaragaman hayati di wilayah kerjanya.

Kegiatan konservasi massal ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas, untuk turut upaya pelestarian alam, sehingga generasi mendatang dapat menikmati kekayaan alam Indonesia yang lestari.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.