Minggu, 14 Jun 2026 18:29 WIB

Keris Prabowo Dipamerkan di Surabaya, Simbol Budaya Bangsa

Pembukaan pameran di Fairway Nine Mall Surabaya, Kamis (14/8/2025). Foto/JatimNow.com
Pembukaan pameran di Fairway Nine Mall Surabaya, Kamis (14/8/2025). Foto/JatimNow.com

jatimnow.com - Dua bilah keris istimewa koleksi Presiden RI Prabowo Subianto menjadi daya tarik utama dalam pameran dan bursa keris yang digelar Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi di Fairway Nine Mall Surabaya, 14–17 Agustus 2025.

Kedua pusaka keris Prabowo berbalut nilai sejarah tinggi tersebut dipamerkan untuk umum setelah dihibahkan Presiden ke Fadli Zon Library.

Baca Juga: Festival Pegon Jember Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Menurut Staf Khusus Bidang Sejarah dan Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, Basuki Teguh Yuwono, kedua keris tersebut memiliki gaya khas Bali yang kuat. Satu berasal dari Bali Utara dan satunya lagi dari Klungkung.

"Keris-keris ini merupakan koleksi pribadi Pak Presiden dan telah dibawa ke berbagai negara. Beliau sangat peduli dan konsen terhadap budaya perkerisan," ungkap Basuki saat pembukaan pameran, Kamis (14/8/2025).

Basuki menjelaskan, keris bergaya Bali Utara memiliki ukuran besar dan kualitas garap istimewa, sesuai dengan tradisi puri atau keraton Bali. Sementara keris dari Klungkung memiliki pola pengerjaan yang rapi dan detail.

Keduanya telah melalui proses konservasi dengan hiasan ukiran bertema pewayangan, perpaduan perak dan emas, warangka dari gading, serta hulu yang dibuat oleh seniman ternama Ide Bagus.

Kehadiran keris ini, menurut Basuki, adalah wujud dukungan Presiden dalam melestarikan warisan budaya.

"Ini adalah bentuk dukungan pemerintah untuk bersinergi dengan semua pihak, termasuk komunitas perkerisan, agar generasi muda semakin mengenal budaya bangsa," jelasnya.

Ketua Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi, Rivo Cahyono, mengungkapkan bahwa pameran ini bertujuan untuk mengubah stigma negatif terhadap keris di kalangan generasi muda. Ia ingin pusaka Nusantara dilihat sebagai teknologi masa lalu yang sarat kreativitas dan nilai luhur.

"Dulu pusaka adalah teknologi yang dimuliakan. Digunakan untuk memperjuangkan kehormatan, wilayah, dan melawan penjajah. Sayangnya, sekarang banyak generasi muda melihatnya hanya dari sisi mistis yang negatif," ujarnya.

Rivo berharap, pameran ini dapat membangkitkan kembali kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya sendiri.

Baca Juga: Elite Tanpa Kebudayaan, Negara Tanpa Arah

"Jangan hanya bangga dengan teknologi negara lain, mari bangga melestarikan pusaka Nusantara," tegasnya.

Sementara itu Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI, Feri Arlius, menilai sinergi antara pameran keris, budaya gamelan, dan kegiatan gaming dalam acara ini sebagai langkah penting dalam menguatkan posisi budaya Indonesia di kancah global.

"Di sini ada dua teknologi yang berkolaborasi, pameran keris yang merupakan teknologi abad lalu dan masih bertahan, serta game dan platform digital masa kini," ujar Feri.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengapresiasi terselenggaranya acara kolaboratif ini. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya melalui kegiatan yang menarik bagi generasi muda.

"Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa mengingatkan anak cucu kita bahwa dulu gamelan digunakan dalam jamuan, kegiatan umum, dan acara para raja. Ini perlu kita sosialisasikan kembali," kata Armuji.

Baca Juga: Keris Milik Presiden Prabowo dan Fadli Zon Ramaikan Pameran di Trenggalek

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Andi Budi dari Kraton Surakarta memberikan apresiasi tinggi terhadap para pelaku usaha dan kolektor yang berkontribusi dalam pameran ini. Ia mengingatkan bahwa keris telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya.

"Keris bukan hanya benda pusaka, tapi juga simbol sejarah dan jati diri bangsa," ujar KPH Andi Budi.

Ia juga mengapresiasi Rivo Cahyono atas kontribusinya dalam menjaga dan mempromosikan keris.

"Beliau ini luar biasa. Kontribusinya menjaga, mengoleksi, dan mempromosikan tosan aji sangat besar," ungkapnya.

Pameran ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang menghidupkan kembali kebanggaan pada budaya dan pusaka Nusantara.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.