Selasa, 16 Jun 2026 16:16 WIB

Jember Hadirkan Kolaborasi Budaya Skala Nasional yang Mampu Pukau Dunia

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 10 Agu 2025 12:55 WIB
Jember Hadirkan Kolaborasi Budaya Skala Nasional yang Mampu Pukau Dunia. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Jember Hadirkan Kolaborasi Budaya Skala Nasional yang Mampu Pukau Dunia. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabupaten Jember menghadirkan kolaborasi berbagai budaya di Indonesia namun berskala nasional yang mampu memukau dunia melalui karnaval.

Hal tersebut disampaikan Utusan Kepresidenan Bidang Pariwisata, Zita Anjani saat membuka Jember Fashion Caranaval (JFC) dengan tema Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) yang mengapresiasi peran Jember dalam menghadirkan kolaborasi budaya berskala nasional yang memukau dunia. 

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

“Hari ini kita merayakan keberagaman dalam keindahan, menyambut HUT ke-80 RI dengan cara yang paling mempesona melalui WACI. Ini bukan sekadar karnaval, tapi catwalk identitas bangsa. Undangan terbuka kepada dunia bahwa Indonesia punya berjuta warna, berjuta warisan, dan berjuta potensi,” kata Zita, Sabtu (9/8/2025).

Ia menggambarkan, dari Sabang hingga Wakatobi, setiap daerah mampu menyulap warisan budayanya menjadi karya seni. Akar budaya Indonesia, menurutnya, tidak pernah tercabut justru semakin kuat dan mendalam. 

Zita menegaskan hal ini sejalan dengan semangat ketahanan dan resiliensi pariwisata yang selalu ditekankan Presiden Prabowo yaitu bukan hanya bertahan, tetapi juga berinovasi.

WACI 2025 menjadi bukti, karnaval bukan sekadar hiburan, tetapi sarana membangun kebanggaan, memperkuat diplomasi budaya, dan menggerakkan pariwisata nasional. 

Melalui JFC, Jember kembali mengukuhkan diri sebagai ikon karnaval dunia yang tidak hanya merayakan kreativitas, tetapi juga merangkai persatuan Indonesia dalam satu panggung besar kebudayaan.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Sedangkan, Ketua Umum Asosiasi Karnaval Indonesia, David K. Susilo memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Dynand Faris, pendiri JFC dan penggagas Asosiasi Karnaval Indonesia. 

“Almarhum Mas Dynand Faris melahirkan dua organisasi besar. Tahun 2003, beliau menggagas berdirinya Yayasan Jember Fashion Carnival. Kemudian di tahun 2013, mendirikan Asosiasi Karnaval Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, gagasan Dynand Fariz adalah wujud kontribusi beliau bagi bangsa dan negara yang sangat beliau cintai. Kehadiran Asosiasi Karnaval menjadi wadah sharing and growing together bagi seluruh pelaku karnaval budaya tradisional maupun kontemporer, untuk membangun keberadaban nusantara. 

"Dengan 786 jenis kebudayaan sebagai modal besar, kita punya kekuatan diplomasi budaya yang dapat menegaskan Indonesia sebagai central of culture," ucap David.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

David menambahkan, tahun ini merupakan tahun pertama Asosiasi Karnaval Indonesia mengangkat kearifan lokal dari masyarakat adat Nusantara. 

"Masyarakat adat Nusantara adalah komunitas yang secara unik melestarikan budaya aslinya. Tahun ini ada dua komunitas yang tampil yaitu komunitas pelaku adat dan komunitas pelaku karnaval kontemporer," bebernya.

"Tugas kami di asosiasi adalah memadukan keduanya menjadi satu kesatuan parade. Proses ini butuh waktu, tetapi maksud kami jelas yaitu memperkenalkan budaya Indonesia melalui parade, sekaligus menanamkan identitas budaya itu kepada generasi muda,” tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.