Minggu, 21 Jun 2026 07:35 WIB

FKDT Sidoarjo Tolak Keras Penerapan Sekolah 5 Hari, Ancam Hilangkan Pendidikan Agama

Pelajar SD bersiap pulang sekolah. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com
Pelajar SD bersiap pulang sekolah. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com

jatimnow.com - Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sidoarjo secara resmi menolak kebijakan sekolah lima hari atau full day school.  Penolakan ini disampaikan dalam Pernyataan Sikap tertanggal 7 Agustus 2025, yang ditandatangani Ketua DPC FKDT Sidoarjo, Ahmad Luqman Marzuqi, M.Pd.I, dan Sekretaris, Gus Mahin, S.Pd.I.


FKDT menilai kebijakan ini, yang mengacu pada revisi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 melalui Perpres Nomor 87 Tahun 2017, akan mengurangi akses pendidikan agama bagi siswa melalui Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).  Hal ini dikarenakan terbatasnya waktu setelah jam sekolah formal.

Sebelumnya, pada 1 Agustus 2025, FKDT telah mengirimkan surat resmi bernomor 400/8691/438.1.1.2/2025 kepada sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan di Sidoarjo, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, dan Ketua PGRI. 

Baca Juga: JAYCA Cetak Changemaker Muda Jatim Lewat Pengasuhan Gotong Royong

Surat tersebut berisi permohonan untuk menolak penerapan lima hari belajar dan mengevaluasi dampak kebijakan tersebut.

Penolakan FKDT ini sejalan dengan keputusan Rapat Koordinasi pada 22 Juli 2024 di Pendopo Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Plt. Bupati Sidoarjo dan perwakilan organisasi keagamaan.  Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menolak penerapan sekolah lima hari.

"Tahun ini isu ini dinaikkan lagi. Ada apa? Siapa aktor intelektualnya agar program lima hari sekolah ini bisa berjalan? Padahal banyak madaratnya daripada manfaatnya,” ujar Mochammad Fuad Nadjib, Kepala Madrasah Diniyah Al-Maidah Durungbedug, yang turut menegaskan penolakan tersebut.  Ia juga menambahkan bahwa penolakan ini telah disuarakan sejak tahun 2024.

FKDT juga  mengungkapkan keprihatinan akan hilangnya pendidikan karakter dan keagamaan Islam di luar sekolah formal jika kebijakan ini diterapkan. 

Baca Juga: Hebat! Sekolah di Kepulauan Bawean Sabet Juara 2 Lomba Iklim Jatim 2025

Penolakan tersebut juga mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2023 dan Instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017 yang sama-sama menolak full day school.

FKDT Sidoarjo meminta Bupati Sidoarjo konsisten menolak kebijakan ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama organisasi keagamaan dan pondok pesantren, untuk turut menyuarakan penolakan. 

Baca Juga: Gus An’im: Guru Tak Cukup Ajarkan Ilmu, Penting Juga Adab dan Keikhlasan

Dengan sikap tegas ini, FKDT berharap aspirasi masyarakat dan lembaga pendidikan nonformal berbasis agama dapat dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.