Minggu, 14 Jun 2026 03:05 WIB

Sampah Plastik Australia Ancam Kesehatan Bayi di Jawa Timur

Aksi Ecoton di Surabaya menuntut Australia hentikan kiriman sampah plastik yang mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan bayi, Rabu (06/8/2025). Foto: Ecoton for JatimNow.com
Aksi Ecoton di Surabaya menuntut Australia hentikan kiriman sampah plastik yang mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan bayi, Rabu (06/8/2025). Foto: Ecoton for JatimNow.com

jatimnow.com - Di tengah perundingan Perjanjian Global tentang Plastik di Jenewa, Swiss, Ecoton menggelar aksi di depan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, mendesak Australia untuk menghentikan pengiriman sampah ke Indonesia.

Ecoton mengungkap bahwa sampah plastik Australia menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan di Indonesia.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Data Ecoton menunjukkan Australia telah mengirimkan 2,7 miliar kilogram sampah kertas (HS 4707) terkontaminasi plastik ke Indonesia sejak 2020, dengan rata-rata 542 ribu ton per tahun.

Selain itu, 22.333 ton sampah plastik (HS 3915) juga dikirim selama periode 2023-2024, meningkat 27,9�ri periode sebelumnya.

Koordinator Aksi Sampah Impor Ecoton, Alaika Rahmatullah, mengungkapkan kekhawatiran atas dampak sampah plastik Australia terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Australia harus segera menghentikan ekspor sampah plastik ke Indonesia dan mendukung perjanjian internasional yang adil dalam Global Plastic Treaty," tegasnya, Rabu (06/8/2025).

Ecoton menemukan bahwa sampah plastik Australia memicu pencemaran dioksin di beberapa desa di Sidoarjo dan Malang.

Lebih mengkhawatirkan lagi, penelitian Ecoton, Wonjin University, dan UNAIR menemukan mikroplastik dalam darah, amnion, dan urine manusia di Indonesia.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, menjelaskan bahwa temuan mikroplastik dalam tubuh manusia, termasuk janin, sangat mengkhawatirkan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa rahim tidak lagi menjadi ruang aman bagi janin, karena mikroplastik telah ditemukan di plasenta, cairan ketuban, darah tali pusat, darah ibu. Hal ini dapat menyebabkan janin mengalami stress oksidatif, gangguan hormonal dan kerusakan DNA janin," paparnya.

Ecoton juga menyoroti bahwa paparan mikroplastik memperburuk ketimpangan kesehatan, terutama pada bayi dan anak-anak. Rata-rata paparan harian mikroplastik pada bayi usia 0–6 bulan diperkirakan sebesar 49 partikel per hari.

Ecoton telah mendesak Australia untuk bertanggung jawab atas pengiriman sampah plastiknya sejak 2024, namun belum ada tindakan konkret yang diambil.

Baca Juga: Wadah Organik dan Refill Jadi Solusi Saat Harga Plastik Melambung

Sampah plastik Australia dibakar terbuka dan ditimbun sembarangan, melepaskan dioksin beracun ke lingkungan.

Untuk itu, Ecoton meminta segera hentikan seluruh bentuk ekspor sampah plastik dari Australia ke Indonesia.

Dukung Perjanjian Global Plastik yang ambisius, mengikat, dan berkeadilan. Selanjutnua Pemerintah Australia dan Indonesia harus aktif melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari bahan kimia berbahaya dalam plastik.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.