Rabu, 17 Jun 2026 10:28 WIB

Ratusan Celemek Karya Warga Binaan Lapas Tulungagung Digunakan Dapur MBG

  • Penulis :
  • | Jumat, 01 Agu 2025 13:15 WIB
Foto: Warga binaan menjahit celemek untuk keperluan dapur MBG (Lapas Tulungagung/jatimnow.com)
Foto: Warga binaan menjahit celemek untuk keperluan dapur MBG (Lapas Tulungagung/jatimnow.com)

jatimnow.com,-Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tulungagung, memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memproduksi ratusan celemek untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hail karya ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Tulungagung. Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong kemandirian dan membentuk keterampilan hidup para warga binaan.

Kepala Lapas Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menjelaskan bahwa pelatihan menjahit untuk WBP dirancang untuk mendorong kemandirian warga binaan sekaligus membentuk sikap positif menjelang pembebasan. Melalui proses menjahit yang penuh ketekunan, para WBP tidak hanya belajar teknik dasar menjahit dan menyusun pola, tetapi juga mengasah rasa percaya diri dan semangat untuk bangkit. Setiap jahitan yang mereka hasilkan menjadi simbol harapan baru, bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan.

Baca Juga: Puji Program MBG, Bupati Jember: Bukan Sekadar Pemenuhan Gizi

“Kegiatan pembuatan celemek ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga bagian dari pembinaan bermakna. Kami ingin warga binaan menyadari bahwa keterampilan yang mereka pelajari menjadi bekal untuk hidup yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (1/8/2025)

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Dalam pelatihan tersebut, warga binaan diajarkan teknik dasar menjahit dan penyusunan pola, termasuk disiplin dan tanggung jawab kerja. Produk yang dihasilkan mereka digunakan untuk mendukung operasional dapur MBG yang dikelola Yayasan Gusti Maringi Mukti.

Perwakilan Yayasan Gusti Maringi Mukti, Agung, mengapresiasi hasil kerja para warga binaan. Menurutnya celemek yang diterima bukan hanya produk fungsional, tetapi juga mencerminkan semangat belajar dan proses pemberdayaan.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

"Kami sangat mengapresiasi hasil karya warga binaan Lapas Tulungagung, celemek-celemek yang kami terima bukan hanya produk fungsional, tetapi juga sarat makna dan nilai. Setiap jahitan mencerminkan semangat belajar, kerja keras, dan keinginan untuk berubah. Kami merasa senang dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan ini dan berharap sinergi antara yayasan dan Lapas dapat terus berlanjut untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat", pungkas Agung.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.