Selasa, 16 Jun 2026 06:15 WIB

BGN Usul Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum, Begini Tanggapan Pakar Unair

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 29 Jul 2025 09:10 WIB
BGN menilai pentingnya pendidikan gizi sejak dini untuk mengatasi masalah gizi buruk dan penyakit metabolik di masa depan. (Foto: Ilustrasi/superai image)
BGN menilai pentingnya pendidikan gizi sejak dini untuk mengatasi masalah gizi buruk dan penyakit metabolik di masa depan. (Foto: Ilustrasi/superai image)

jatimnow.com - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengusulkan agar pendidikan gizi diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.

Usulan tersebut rupanya disambut baik oleh pakar gizi, namun mendapat penolakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Perdebatan ini menyoroti urgensi literasi gizi dalam membentuk generasi sehat dan produktif.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

BGN menilai pentingnya pendidikan gizi sejak dini untuk mengatasi masalah gizi buruk dan penyakit metabolik di masa depan.

Namun, penolakan dari Kemendikdasmen atas usulan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia.

Pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh, mendukung penuh usulan BGN. Ia bilang, mengajarkan anak tentang nutrisi sejak dini sangat penting.

"Mereka perlu memahami pentingnya gizi seimbang dan dampak kekurangan zat gizi makro maupun mikro," tuturnya.

Muniroh menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan tidak cukup efektif tanpa adanya pemahaman tentang gizi seimbang. MBG hanya memberikan makanan, tetapi tidak memberikan edukasi.

"Anak-anak perlu tahu mengapa mereka harus makan makanan sehat, bukan hanya apa yang harus mereka makan," ucapnya.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Ia menyarankan agar pendidikan gizi diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. "Konsepnya pendidikan kontekstual," kata Muniroh.

Menurutnya gizi bisa diintegrasikan ke dalam pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, bahkan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Sebagai contoh, pelajaran IPA bisa membahas makronutrien, Bahasa Indonesia bisa membahas narasi literasi pangan, dan PJOK bisa melibatkan proyek penyusunan menu sehat dan pengamatan kantin sekolah.

Lebih lanjut, Muniroh menekankan pentingnya pendidikan gizi sebagai life skill. "Pendidikan gizi harus mendekatkan anak pada kesadaran pangan dan gaya hidup preventif," tambahnya.

Baca Juga: Monopoli Suplier Menjadi Penyebab Dapur SPPG di Tulungagung Tutup Sementara

"Ini investasi jangka panjang. Jika kita abai hari ini, anak-anak akan membayar mahal di masa depan," sambungnya.

Muniroh juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan keluarga dalam mewujudkan kurikulum berbasis gizi.

Hal ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang kontekstual, dan kebijakan yang adaptif terhadap kondisi lokal.

Ke depan, diperlukan komitmen bersama dari berbagai pihak untuk mewujudkan pendidikan gizi yang terintegrasi dan efektif.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.