Minggu, 21 Jun 2026 22:03 WIB

18 Pelajar Putus Sekolah dan Tidak Mampu di Kota Kediri Masuk SRMP 14 Kota Batu

  • Penulis :
  • | Senin, 28 Jul 2025 19:30 WIB
Pelepasan siswa SRMP di Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pelepasan siswa SRMP di Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melepas sebanyak 18 calon siswa yang akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu, pada Senin (28/7/2025). Mereka adalah anak-anak putus sekolah dan pelajar dari keluarga tidak mampu.

“Ada sebanyak 18 calon siswa yang akan bersekolah di SRMP Kota Batu. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya pada desil 1 dan 2. Namun, terdapat juga tiga anak yang berada di atas desil 2. Harapannya, melalui pendidikan ini, mereka bisa memutus rantai kemiskinan, khususnya di Kota Kediri,” jelas Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

Mbak Vinanda memastikan, para siswa akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan, mulai dari pembinaan karakter, tempat tinggal, peralatan sekolah, seragam, hingga makanan bergizi. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh warganya.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungan dalam program sekolah rakyat ini, Pemerintah Kota Kediri memberikan perlengkapan sekolah kepada para calon siswa. Selain itu, memberikan fasilitas proses pemberangkatan siswa ke Kota Batu, serta kunjungan orang tua ke sekolah rakyat untuk menjenguk anaknya setiap satu bulan sekali. Mengingat sistem sekolah yang mirip dengan sekolah taruna, siswa tidak diperbolehkan membawa telepon genggam, namun tetap difasilitasi untuk berkomunikasi dengan orang tua pada hari libur.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi menjelaskan bahwa sebenarnya kuota yang diberikan untuk Kota Kediri adalah 25 siswa. Namun karena proses PPDB di Kota Kediri telah selesai, sebagian siswa telah masuk ke sekolah masing-masing.

“Kami kemudian mencari siswa yang putus sekolah dan yang kesulitan bersekolah di swasta karena keterbatasan biaya. Dari 18 anak ini, sembilan di antaranya adalah anak putus sekolah dan sembilan lainnya sebelumnya sudah masuk di sekolah swasta. Para calon siswa ini akan masuk dalam tahap 1B tanggal 1 Agustus 2025,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Di Kota Kediri juga akan dibangun sekolah rakyat dan telah melalui proses peninjauan oleh Kementerian Sosial. Paulus menjelaskan, berdasarkan kajian dari Kemensos, pembangunan sekolah rakyat ini dinilai telah memenuhi syarat.

Selain itu, pada bulan sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah melakukan peninjauan secara fisik dan teknis, mencakup kontur tanah, akses air bawah tanah, serta akses jalan menuju lokasi yang dinyatakan layak. Lalu dari sisi luas lahan sebesar 5,196 hektar, telah dipastikan mencukupi, bahkan juga diperbolehkan untuk dilakukan perluasan apabila diperlukan.

Kepala Dinas Sosial juga menyebut bahwa jika sekolah rakyat di Kota Kediri sudah terbentuk, sementara para siswa yang saat ini bersekolah di SRMP 14 Kota Batu belum menyelesaikan pendidikannya, maka mereka akan dipindahkan ke Kota Kediri.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Salah satu calon siswa Sekolah Rakyat, Citra, warga Kelurahan Bujel, mengungkapkan rasa bahagianya karena akhirnya bisa kembali bersekolah setelah dua tahun tidak melanjutkan pendidikan. Ia sempat terhenti sekolah karena keterbatasan biaya, ditambah kondisi ayahnya yang sedang sakit, sementara sang ibu hanya bekerja serabutan.

“Senang sekali bisa mendapat kesempatan ini dan tanggal 1 Agustus akan berangkat ke Sekolah Rakyat untuk bersekolah," terangnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.