Minggu, 21 Jun 2026 06:37 WIB

Fakta Kampung Miliarder Pedagang Pecel Lele Lamongan, Hidup Mewah Ditengah Hutan

Foto: Potret salah satu rumah milik warga Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Potret salah satu rumah milik warga Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keberadaan rumah mewah di pelosok Kabupaten Lamongan sempat menjadi buah bibir dan menggemparkan jagat maya.

Deretan rumah mewah tersebut adalah hasil jerih payah dari bisnis berjualan Pecel Lele. Tepatnya di Dusun Slegrek, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Bukan sekedar bualan, desa tersebut kini terkenal dengan desa miliarder dengan rumah megah disertai halaman luas dan berbagai hiasan taman yang menyertainya.

Perkampungan tersebut berada jauh di Lamongan bagian selatan, membutuhkan waktu 34 Km untuk menjangkau lokasi tersebut.

Kepala Desa Pataan Subakri Cahyo Utomo mengatakan, kesuksesan warga yang membangun rumah megah dan mewah di pelosok desa ini adalah hasil usaha berjualan Pecel Lele khas Lamongan perantauan.

"Pedagang kaki lima di perantauan, jualan pecel lele, cuma orangnya benar-benar prigi (kerja keras) yang benar-benar kerja tidak buat foya-foya, jadi orang-orang yang berangkat kesana itu memang benar-benar ekonominya susah disini," katanya, Senin (28/7/2025)

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Bakri menjelaskan pedagang Pecel Lele di desanya kebanyakan merantau tersebar ke penjuru nusantara diantaranya Pulau Sumatra, Kalimantan, Palembang, Pekan Baru, hingga Kepulauan Riau.

"Sebagian besar para perantau sukses ini dari Sumatra, Kalimantan juga ada, tapi sebagian kecil, dan murni jualan pecel lele bukan merantau sebagai TKI," imbuhnya.

Sementara itu Kusno, salah satu warga yang membangun rumah megah dan mewah di desa ini mengatakan, dia mulai merantau pada tahun 2007 hingga memcapai titik kesuksesan ini.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Sejak tahun 2007, saya itu benar-benar mulai dari nol, jualan pecel lele kaki lima, alhamdullilah merintis disana dan sudah bisa beli tanah disana juga, lalu bangun rumah sekaligus buat rumah makan," katanya.

Kusno berpesan, kunci sukses dirinya menjadi pedagang pecel lele adalah konsistensi dan memiliki jiwa perantau yang besar.

"Jika itu sudah dilakukan semuanya, jangan lupa beribadah dan sedekah, itu penting untuk menuju kesuksesan," tutupnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.