Selasa, 16 Jun 2026 15:01 WIB

Kontroversi Sound Horeg, Fatwa MUI vs Nasib Ribuan Pekerja

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 27 Jul 2025 21:05 WIB
Pelarangan Sound Horeg picu ancaman PHK massal di Jatim. (Foto: Ilustrasi/superai image)
Pelarangan Sound Horeg picu ancaman PHK massal di Jatim. (Foto: Ilustrasi/superai image)

jatimnow.com - Pelarangan penggunaan sound Horeg di Jawa Timur memicu kekhawatiran akan dampak sosial ekonomi yang signifikan.

Ribuan pekerja di sektor jasa persewaan sound system terancam kehilangan mata pencaharian, menambah angka pengangguran dan memicu pertanyaan atas implementasi fatwa MUI Jatim.

Baca Juga: Polres Tulungagung Larang Penggunaan Sound Horeg Dalam Kegiatan SOTR

David Steven, pemilik Blizzard Audio, mengaku prihatin. Ia bilang, di Kabupaten Malang saja, ada sekitar 1200 pelaku usaha persewaan sound system, masing-masing mempekerjakan minimal 10 orang.

"Jika dihitung keluarga mereka, ratusan ribu orang terdampak," ujarnya Minggu (27/7).

Ia menambahkan, meskipun imbauan pelarangan dari Polda Jatim, pesanan sound system di Kabupaten Malang masih penuh hingga November.

Namun, empat pembatalan pesanan telah terjadi pasca fatwa MUI, membuatnya khawatir akan nasib karyawannya.

Ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu menyatakan kesiapannya untuk dibina, mengingat kegiatan mereka selama ini relatif kondusif dan beroperasi di jalan kampung, bukan jalan utama.

Baca Juga: Nekat Karnaval, Belasan Truck Pengangkut Sound Horeg di Blitar Ditilang

Mereka mempertanyakan mengapa imbauan pelarangan muncul setelah fatwa MUI Jatim, padahal masyarakat setempat tidak mempermasalahkan keberadaan sound horeg.

Pandangan berbeda datang dari Gus Kholil, pengasuh Pondok Pesantren Al Amiroh, Bangil, Pasuruan. Ia menilai fatwa haram sound system Horeg perlu kejelasan definisi.

"Seperti pencurian, ada ukuran jumlah tertentu. Fatwa ini harusnya lebih spesifik," tuturnya menanggapi maraknya berita sound horeg

Baca Juga: Video Genteng Rumah Rontok Saat Karnaval Sound System di Kediri Viral di Medsos

Ia juga menegaskan bahwa fatwa tersebut lebih sebagai panduan moral dan etika, bukan aturan mengikat seluruh umat Islam. Untuk itu dia menghimbau agar pelaku usaha dan masyarakat tidak perlu resah berlebihan.

Perdebatan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak sosial ekonomi dari kebijakan yang dikeluarkan. Ribuan keluarga bergantung pada sektor ini.

Apakah solusi pelarangan sound horeg ini sebanding dengan dampaknya terhadap perekonomian rakyat kecil? Perlu kajian lebih mendalam dan dialog terbuka untuk menemukan solusi yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.