Jumat, 12 Jun 2026 10:20 WIB

Warga Rusia Terpikat Bahasa Indonesia, Rela Ikut Belajar Lewat Daring

Sebanyak 149 warga negara Rusia dari berbagai kalangan mengikuti pembelajaran daring. Foto/Kemendikdasmen
Sebanyak 149 warga negara Rusia dari berbagai kalangan mengikuti pembelajaran daring. Foto/Kemendikdasmen

jatimnow.com - Minat warga Rusia terhadap Bahasa Indonesia semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan dibukanya kembali program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Rusia oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).

Sebanyak 149 peserta dari berbagai kalangan akan mengikuti pembelajaran daring, meliputi level BIPA 1 hingga BIPA 6, hingga akhir 2025.

Baca Juga: Foto: Pulau Padar Cengkerama Sunyi di Jantung Savana Timur

Dilansir dari situs resmi Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menuturkan bahwa peran strategis bahasa Indonesia di kancah internasional.

Bahasa Indonesia, kata dia, saat ini semakin diakui dunia, termasuk sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO.

"Program BIPA diharapkan dapat memperkenalkan Indonesia melalui bahasanya, yang bermanfaat bagi pariwisata, ekonomi, budaya, dan diplomasi,” ujarnya. Ia juga mengaitkan program ini dengan semangat melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa minat belajar bahasa Indonesia terus meningkat secara global. Sejak 2015, pemerintah telah mendukung penuh program BIPA dengan menyediakan pengajar dan materi ajar.

Baca Juga: Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Ini Komentar Kang Giri

Hingga Juni 2025, telah dilakukan 2.213 penugasan pengajar untuk lebih dari 200.000 pemelajar di 772 lembaga BIPA di 57 negara.

Hafidz menegaskan pentingnya keberlanjutan program BIPA sebagai bagian dari upaya internasionalisasi bahasa Indonesia, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014.

Program BIPA di KBRI Moskow, yang sempat vakum, kini kembali dibuka dengan dukungan tujuh pengajar daring hingga akhir Desember 2025.

Baca Juga: Malang dan Ponorogo Ditetapkan Menjadi Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta.

"Belajar bahasa Indonesia adalah langkah penting dalam mempererat hubungan Indonesia-Rusia. Terima kasih kepada Mendikbudristek, Badan Bahasa, dan semua pihak yang mendukung program ini. Kita sedang membangun jembatan persahabatan," ujarnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.