Sabtu, 20 Jun 2026 21:53 WIB

Hendak Diselewengkan, Polisi Sita 6,1 Ton Pupuk Bersubsidi

Polisi memeriksa pupuk yang disembunyikan di dalam truk.
Polisi memeriksa pupuk yang disembunyikan di dalam truk.

jatimnow.com - Penyelewengan terhadap pupuk bersubsidi masih saja terjadi. Buktinya, Polsek Karangjati, Ngawi mengamankan pupuk bersubsidi yang diduga diselewengkan sebanyak 6,1 ton.

Kapolsek Karangjati, AKP Suparman, mengatakan, beberapa hari lalu mendapat telepon dari masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Masyarakat tersebut menginformasikan bahwa ada pupuk bersubsidi dari Kecamatan Karangjati dibawa ke Kabupaten Bojonegoro.

"Setelah mendapat telepon, kami melakukan penyelidikan dan penyanggongan di Jalan Raya Ngawi-Bojonegoro," kata AKP Suparman.

Rupanya, lanjut ia, saat di lokasi memang benar ada pupuk bersubsidi kurang lebih 6.1 ton yang diperjual belikan tanpa ijin yang ditaruh di truk, bernopol S 9472 UB. Namun tidak ada sopirnya.

"Saat penangkapan sopir dan beberapa pelaku kabur. Kami hanya mendapati pupuk bersubsidi tersebut," terang AKP Suparman.

Menurutnya, modus pelaku memang menawarkan dan menjualkan di luar peruntukkannya. "Atau pupuk bersubsidi dijual bebas ke masyarakat yang membutuhkan kemudian mengirim pupuk tersebut dengar harga diluar ketentuan," terangnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Saat ini, lanjut ia, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan barang bukti berupa, 1 truk warna hitam nopol S 9472 UB.

Kemudian pupuk phonska sebanyak 42 sak, dengan berat per sak 50 Kg dan pupuk urea sebanyak 80 sak, dengan berat per sak 50 Kg dibawa ke Mapolsek Karangjati.

"Semua barang bukti kami amankan. Sambil kita melakukan penyelidikan terus," pungkasnya.

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

 

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.