Jumat, 12 Jun 2026 02:30 WIB

Panen 9 Ton Padi, Lapas Kelas II Lamongan Implementasikan Program Ketahanan Pangan

Panen padi di lahan Lapas kelas IIB Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Panen padi di lahan Lapas kelas IIB Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan berhasil mengimplementasikan program ketahanan pangan dengan panen padi dengan luas lahan 1.8 hektar.

Keberhasilan ini diapresiasi banyak pihak, salah satunya Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono yang turut hadir dan memanen sendiri padi hasil tanam Lapas Lamongan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Menurutnya, dari luas lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan 9 ton padi berjenis varietas IR32.

"Meski hasil panen dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti cuaca, serangan hama, dan pasokan air, upaya ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan yang digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia," ungkapnya, Sabtu (19/7/2025).

Melalui Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), diharapkan selain dapat menjadi sarana pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kebutuhan pangan nasional.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

“Ini adalah langkah positif yang tidak hanya membina warga binaan secara holistik, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan hasil panen ke depannya semakin meningkat,” ujarnya.

Senada, Heri Sulistyo Kalapas Kelas IIB Lamongan mengatakan warga binaan yang terlibat dalam pengelolaan pertanian dan budidaya perikanan mendapatkan premi berupa upah.

“Warga binaan tidak hanya dikerahkan tanpa imbalan, melainkan diberikan premi sebagai bentuk penghargaan atas kerja mereka,” katanya.

Baca Juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL

Sebagian hasil panen juga akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum di lapas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh warga binaan. 

“Tidak semua hasil panen dijual, karena ada persentase yang kita sisihkan untuk konsumsi warga binaan. Kami juga melibatkan penyedia bahan baku untuk memastikan keberlanjutan kegiatan ini,” ujar Heri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.