Kamis, 18 Jun 2026 07:36 WIB

BKKBN Jatim Genjot Konsultasi Digital Cegah Stunting, Respons Publik Meningkat Tajam

  • Penulis :
  • | Minggu, 13 Jul 2025 14:00 WIB
BKKBN dalam rapat bersama di Madiun. (Foto: BKKBN Jatim/jatimnow.com)
BKKBN dalam rapat bersama di Madiun. (Foto: BKKBN Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat strategi digital dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Jawa Timur.

Layanan konsultasi daring melalui platform [www.siapbahagia.com](http://www.siapbahagia.com) menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi terkait gizi keluarga dan pola pengasuhan anak.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan digital ini terus meningkat signifikan. 

“Dalam satu bulan, kami bisa melayani hingga 3.000 klien dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Bahkan, sekarang sudah menjangkau masyarakat di luar provinsi,” ujar Maria saat ditemui di Surabaya, Sabtu (12/7/2025).

Maria menekankan, bahwa penanganan stunting tidak bisa disamaratakan. Identifikasi penyebab menjadi kunci awal penanganan yang tepat. 

“Kita harus bedakan, apakah stunting disebabkan oleh kemiskinan, pola asuh yang salah, faktor penyakit, atau lingkungan. Sebab pendekatannya berbeda-beda,” jelasnya.

Ia turut menyinggung pengalamannya saat bertugas di Sulawesi Tengah, yang meski kaya hasil laut, tetap mencatat prevalensi stunting tinggi.

“Masalahnya ada pada pola pikir. Ikan dijual semua, sementara anak hanya diberi mie instan dengan topping ikan. Ini yang harus kita luruskan,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, BKKBN Jatim juga menggelar fasilitasi teknis Program Bangga Kencana di Kota Madiun. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari 10 kabupaten/kota, termasuk Kediri, Probolinggo, dan Tulungagung, dengan fokus memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). 

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

“Fase 1.000 hari pertama kehidupan anak adalah masa emas yang menentukan. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama, terutama kaum ibu,” katanya.

Begitupun, Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, mengingatkan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia tak bisa hanya dibebankan kepada negara. 

“Indonesia akan maju jika rakyatnya bergerak. Perempuan, khususnya para ibu, harus berada di garda terdepan,” ujarnya.

Budi juga memperkenalkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah untuk memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

"Kehadiran ayah menciptakan rasa aman dan percaya diri bagi anak. Ini investasi emosional yang penting,” tambahnya.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar isu gizi, melainkan ancaman jangka panjang terhadap kualitas hidup anak, baik secara fisik, intelektual, maupun sosial.

“Anak yang terlahir stunting akan menghadapi hambatan seumur hidup. Kita semua bertanggung jawab menghentikannya,” tegas Budi.

Dalam kegiatan tersebut, Kota Madiun mendapat apresiasi atas keberhasilannya menurunkan prevalensi stunting hingga 11 persen, lebih rendah dari rata-rata provinsi yang masih berada di angka 14,7 persen. Kendati demikian, Maria Ernawati menekankan pentingnya menjaga capaian itu agar tidak terjadi kemunduran.

“Keberhasilan ini harus dijaga dengan konsistensi program dan edukasi,” pungkasnya.

Reporter: Fatkur Rizki

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.