Rabu, 17 Jun 2026 06:40 WIB

Kerap Dibuat Mesum, Satpol PP Tingkatkan Pengawasan Alun-alun Lamongan.

Foto: Sejoli tengah menikmati suasana Alun-alun Lamongan. ( Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Sejoli tengah menikmati suasana Alun-alun Lamongan. ( Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Usai marak perbuatan asusila di Alun-alun Lamongan, Satuan Polisi Pamong Praja meningkatkan pengawasan.

Kasatpol PP Lamongan, Jarwito menyebut jika pihaknya sudah melakukan antisipasi salah satunya dengan memberlakukan pengawasan selama 24 jam.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Kami meminta petugas untuk melakukan patroli setiap satu jam sekali di alun-alun. Tugas utama mereka adalah menghalau pedagang kaki lima (PKL) yang dilarang berjualan di dalam alun-alun, serta mengawasi orang-orang yang berperilaku kurang pantas," ujarnya, Kamis (10/7/2025).

Selain itu, Satpol PP juga memastikan bahwa pos alun-alun masih beroperasi sesuai dengan jam kerja.

"Anak-anak yang bertugas di Pos alun-alun mulai masuk jam setengah 8 pagi hingga jam 7 malam. Untuk operasi malam, kami mulai dari jam 9 hingga jam 12 malam, dengan petugas yang berpatroli secara bergantian," imbuhnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Terkait perbuatan mesum, Satpol PP Lamongan juga telah memberi edukasi dan meminta pelaku untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan asusila.

"Baru-baru ini kami memanggil mereka ke kantor untuk membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Meski demikian, tindakan tersebut terus terjadi dan dilakukan oleh pelaku yang lain. Lebih lanjut, Jarwito berharap, warga lebih sadar mempergunakan ruang publik secara tepat dan sebagai mana mestinya.

Sejolo tengah menikmati suasana Alun-alun Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.