Minggu, 21 Jun 2026 14:03 WIB

Gedung BLK Trenggalek dikosongkan Untuk Sekolah Rakyat

  • Penulis :
  • | Rabu, 09 Jul 2025 10:45 WIB
Foto: Gedung BLK Trenggalek mulai dikosongkan untuk sekolah rakyat (Prokopim Trenggalek/ jatimnow.com)
Foto: Gedung BLK Trenggalek mulai dikosongkan untuk sekolah rakyat (Prokopim Trenggalek/ jatimnow.com)

jatimnow.com- Meskipun belum memiliki bangunan khusus, namun program Sekolah Rakyat tetap akan digelar di Trenggalek tahun ini. Aktifitas belajar mengajar Sekolah Rakyat untuk sementara akan berlangsung di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemkab setempat. Pihak Pemkab sendiri menyiapkan lahan di sekitar pasar basah untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan saat ini pihaknya dalam proses pengosongan dan pembersihan gedung BLK. Selama ini gedung tersebut digunakan untuk kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Sementara waktu, karena digunakan untuk proses pembelajaran Sekolah Rakyat, instansi tersebut akan menempati aula Dinas Pekerjaan Umum.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Sesuai dengan arahan dari Pak Presiden tentu dari mereka warga miskin. Nanti kita buka rombel SD, SMP dan juga SMA. Sementara ini proses pembelajaran akan kita laksanakan di BLK. Dan kurikulumnya nanti akan fleksibel kurikulum," ujarnya, Rabu (9/7/2025).


Pihak Pemkab sendiri sudah menyiapkan lahan di sekitar pasar basah untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Awalnya, Sekolah Rakyat tersebut direncanakan dibangun di kawasan Dilem Wilis, Kecamatan Bendungan. Namun dikarenakan kendala perizinan, lokasi pembangunan sekolah ini mengalami perubahan. Luasan lahan yang disiapkan ini mencapai 7 hektar.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Sekolah rakyat nanti bertempat di sebelah pasar basah, berhimpitan kemarin dengan tanah yang kita hibahkan dengan Kejaksaan. Luasnya sekitar 7 hektar," jelasnya.

Saat ini proses perekrutan terhadap siswa Sekolah Rakyat masih berlangsung. Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini meminta sekolah negeri dan swasta tidak khawatir karena tidak mendapat siswa. Hal ini dikarenakan sesuai peraturan hanya siswa yang masuk kategori desil 1 dan II saja yang bisa masuk Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Kediri Sepi Peminat, Sistem Asrama Jadi Kendala


"Sekolah reguler tidak perlu takut tidak dapat murid, karena tidak semua orang nanti bisa sekolah di situ. Hanya yang betul-betul di Desil I dan II. Tahun ini kita sudah mulai melakukan penjaringan, tapi nanti arahan untuk sudah berjalan atau belum, kita menunggu pusat. Yang penting pusat suruh siapkan dan kita laksanakan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.