Jumat, 19 Jun 2026 14:18 WIB

Ini Penyebab Atlet Berprestasi Kota Blitar Gagal Masuk SMA Favorit

  • Penulis :
  • | Kamis, 03 Jul 2025 12:42 WIB
Foto: Ganendra Giri saat sedang bertading (Ganendra Giri/jatimnow.com)
Foto: Ganendra Giri saat sedang bertading (Ganendra Giri/jatimnow.com)

jatimnow.com- Cabang Dinas Pendidikan Blitar buka suara terkait kasus atlet panjat tebing Blitar yang gagal masuk SMA 1 Kota Blitar melalui jalur prestasi. Sebelumnya Ganendra Giri, atlet penyumbang medali emas di ajang Porprov 2025 gagal masuk sekolah favorit melalui jalur prestasi. Padahal selama ini Giri kerap menyumbangkan medali dan membawa nama Kota Blitar.

Kasi SMA PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Blitar, Abusani Abisalfa mengatakan, jika kegagalan yang terjadi pada siswa jalur prestasi tersebut karena penskoran yang kurang atau juga kuota yang terbatas. Pendaftaran melalui jalur prestasi hanya tersedia beberapa kuota saja.

Baca Juga: Bupati Gresik Serahkan Bonus Porprov IX Jatim Senilai Rp9,3 Miliar

Sementara bobot penilaian juga dibedakan untuk perlombaan prestasi berjenjang baik di tingkat kota maupun provinsi bahkan nasional.

"Ya pastinya nilai atau skor untuk prestasi tingkat kota akan beberbeda nilainya dengan yang tingkat provinsi atau Jawa Timur," ujarnya, Kamis (3/7/2025).

Abusani menyebut kegagalan ini juga bisa terjadi karena data yang terupload tidak sesuai. Mereka akan melakukan pengecekan kembali. Kejadian ini juga sudah dilaporkan ke pimpinan.

Baca Juga: KONI Kota Kediri Catat Prestasi Terbaik dalam Satu Dekade Terakhir

Pihaknya menegaskan, jika prestasi di Provinsi memiliki nilai skor yang lebih tinggi dibandingkan tingkat kota atau kabupaten .

"Masing-masing sekolah sudah memiliki tim verifikasi sendiri. Yang itu nantinya menentukan lolos atau tidaknya calon siswa di jalur prestasi," tandasnya.

Baca Juga: Bupati Jember Beri Bonus Uang dan Beasiswa Kuliah bagi Peraih Medali Porprov Jatim

Abusani tidak membantah, jika tim verifikasi beranggotakan pihak sekolah saja, dan tidak ada yang berasal dari Cabdin. Meskipun begitu, jika memang nanti ditemukan kekeliruan, namun keputusan yang sudah dibuat sudah mutlak dan tidak bisa diubah lagi.

"Hasilnya sudah masuk sistem, ya tidak bisa diubah lagi. Kan tidak harus sekolah di SMA tersebut. Masih ada sekolah swasta, ataupun SMK," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.