Minggu, 21 Jun 2026 03:13 WIB

Keceriaan Anak-anak dalam Khitan Massal Pemkab Lamongan, Bertabur Hadiah

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menyapa peserta khitan massal. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menyapa peserta khitan massal. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Meski sempat diselimuti ketakutan, anak-anak peserta khitan massal Pemkab Lamongan tampak bahagia usai proses sunat dilakukan. Keceriaan makin terasa kala anak-anak kedatangan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat kegiatan digelar.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat respon positif dengan besarnya antusias masarakat. Tahun ini, 103 anak terdaftar sebagai peserta.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

“Ini menjadi salah satu rangkaian hari jadi Lamongan ke 456, sebagaimana tahun lalu, diinisiasi Tim Penggerak PKK bekerjasama dengan baznas. Setiap tahun pesertanya banyak kalau tidak dibatasi akan lebih banyak lagi,” tutur Bupati Yuhronur, di Pendopo Lokantantra, Lamongan, Senin (23/6/2025).

Lebih jauh, Pak Yes menilai khitan bisa menjadi core memori dan terbentuknya karakter dari masa transisi anak-anak menuju dewasa.

“Bagi anak-anak momen penting, karena perubahan menginjak remaja atau dewasa, dan menjadi pengingat saat sudah dewasa,” ucap Pak Yes. 

Khitan tidak hanya menjadi syariat Islam bagi seorang muslim. Namun, secara medis khitan juga dapat mencegah resiko terjangkit penyakit kelamin.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

Sedangkan, sebelum dilaksanakan khitan, wali anak diberikan sosialisasi oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lamongan. Katanya, seusai disunat menggunakan teknik laser, tidak diperbolehkan terkena air selama tiga hari.

“Jaga kebersihkan, setelah kencing dibersihkan dengan tisu kering atau kasa. Akan diberikan celana dalam khusus khitan, obatnya diminum, jika sudah tiga hari belum sembuh atau kering bisa kontrol ke puskesmas terdekat atau pustu (puskesmas pembantu) secara gratis yang penting sertifikatnya dibawa. Makannya tanpa pantangan, semua boleh dimakan dan minum yang banyak,” katanya. 

Sementara itu, Yayuk warga Desa Magok Karangbinangun mengaku senang namun berdebar-debar melihat anak pertamanya melakukan khitan. 

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

“Saya tadi datang pukul 5 pagi, deg-degan tapi dia (anaknya) malah semangat ingin berangkat, ingin cepat-cepat tambahan,” ujarnya.

Anak yang ikut khitan massal mendapatkan uang saku, tas sekolah, sarung, sertifikat, serta obat-obatan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.