Jumat, 12 Jun 2026 10:17 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Temui Kendala

Melihat kondisi lahan Sekolah Rakyat di Tulungagung (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Melihat kondisi lahan Sekolah Rakyat di Tulungagung (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan sekolah rakyat di Tulungagung menemui kendala. Lahan yang sudah disiapkan harus ditinggikan terlebih dahulu sebelum dibangun. 

Proses peninggian ini menggunakan dana APBD. Sebagai langkah antisipasi Pemkab mencari tempat untuk sekolah transit. 

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Kediri Sepi Peminat, Sistem Asrama Jadi Kendala

Nantinya aktifitas belajar mengajar sekolah rakyat akan dilakukan di tempat tersebut, sambil menunggu proses pembangunan selesai di lakukan.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mengatakan pihaknya sudah melakukan survey untuk mencari lokasi transit tersebut. 

Mereka mendatangi bekas bangunan SDN 1 Sumberdadi di Kecamatan Sumbergempol. Bangunan tersebut awalnya berfungsi sebagai sekolah. Namun kini sudah tidak digunakan lagi karena kalah bersaing dengan sekolah lainnya. 

"Kita lakukan survey untuk mengetahui kondisinya dan bisa segera dilakukan perbaikan," ujarnya, Senin (02/06/2025).

Baca Juga: Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

Nantinya bangunan ini akan digunakan sebagai lokasi sekolah transit. Siswa sekolah rakyat akan melakukan aktifitas belajar mengajar di lokasi ini sambil menunggu bangunan permanen rampung dibangun. 

SD Negeri Sumberdadi 1 sendiri saat ini sudah tidak digunakan karena kekurangan siswa sejak tiga tahun terakhir. Sekolah ini memiliki 6 ruang kelas, satu kantor, gudang, dan kamar mandi yang cukup memadai untuk digunakan kembali. 

"Bangunannya masih cukup layak, tapi tentu perlu ada kajian teknis dan perbaikan. Saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk menindaklanjuti itu," tuturnya.

Baca Juga: Mbak Vinanda Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kediri

Gatut juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar Tulungagung tidak tertinggal dari kabupaten lain yang lebih dulu menjalankan program serupa.  

Meski kondisi tanahnya perlu ditinggikan sekitar 1–2 meter agar sejajar dengan jalan raya, Gatut memastikan hal itu bukan kendala besar. Mereka sudah menyiapkan anggaran untuk hal tersebut.  

"Ini adalah langkah konkret dari Pemkab Tulungagung supaya program Sekolah Rakyat bisa benar-benar berjalan. Kita siapkan dulu sekolah transit untuk mendukung Sekolah Rakyat," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.