Jumat, 19 Jun 2026 08:01 WIB

Bupati Fawait Bakal Bangun Street Food di Jember, Begini Kata Akademisi

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 25 Mei 2025 16:05 WIB
Dosen STIA Jember Alifian Rizzalul Ahmad (foto: Kominfo Jember for jatimnow.com)
Dosen STIA Jember Alifian Rizzalul Ahmad (foto: Kominfo Jember for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait berencana akan membangun kawasan street food, seorang akademisi Alifian Rizzalul Ahmad menyarankan ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berdampak Pedagang Kaki Lima (PKL) mendapatkan keamanan.

"Saya apresiasi Pemkab Jember yang rencana akan membuat street food, yang nantinya akan mengakomodir teman-teman UMKM, baik PKL maupun UKM yang sudah terdaftar," katanya, Jumat (23/5/2025).

Baca Juga: Gowes 10 KM, Bupati Jember Jadikan OSMA Ajang Perkuat Soliditas Birokrasi

Memang sejatinya, sesuai aturan di Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 itu memang sudah tugas Pemkab Jember untuk memberikan lokasi penempatan bagi para PKL.

"Cuma, yang ingin saya sarankan kepada pemkab. Bahwa PKL itu sejauh ini belum bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ungkapnya.

Baca Juga: Jember MPP Mini Terbanyak di Tapal Kuda, Warga Kini Tak Perlu ke Kota

Sehingga, jika seandainya street food nanti ini benar-benar dilaksanakan, alangkah lebih baiknya sekalian membuat regulasi yang membuat PKL memberikan PAD.

"Entah itu dalam bentuk retribusi atau seperti apa. Sehingga para PKL tidak dianggap mengganggu, direndahkan dan PKL bisa memberikan retribusi, sehingga mereka berjualan aman," harapnya.

"Jadi, yang ingin saya sampaikan bahwa ini sudah pernah dilakukan di Kota Magelang, di kota lain juga ada. Tinggal study banding saja kita. Jadi PKL kedepan lebih tertata, dan juga bisa menyumbang PAD," lanjutnya.

Baca Juga: Sampaikan LKPJ, Bupati Gus Fawait Buktikan Komitmen Cetak SDM Unggul

Dosen STIA Pembangunan Jember menyatakan, untuk saat ini dana transfer dari pusat sudah dikurangi, sehingga Pemkab juga tidak bisa lagi mengharapkan dana transfer. 

"Jadi bagaimana PAD terus naik," tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.