Selasa, 16 Jun 2026 23:15 WIB

Mahasiswa UIJ Demo Tuntut Transparansi Biaya KKN yang Dinilai Memberatkan

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 30 Apr 2025 18:20 WIB
Puluhan mahasiswa demo depan kantor rektorat. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Puluhan mahasiswa demo depan kantor rektorat. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) melakukan demontrasi di depan kantor rektorat, Rabu (30/4/2025). Mereka keberatan atas biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebesar Rp750 ribu. 

Mahasiswa membawa spanduk dan membakar ban bekas, serta melakukan orasi menuntut transparansi biaya KKN yang dirasa memberatkan.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Jadi, tuntutan kita itu biaya KKN Rp750 ribu minta diturunkan menjadi Rp500 ribu. Secara ekonomi kita (kampus) swasta di sini, dan secara ekonomi teman-teman orang tuanya menengah ke bawah, sebagai buruh tani," kata Koordinator aksi Ahmad Hendi Aprilianto.

Menurutnya, mahasiswa sempat audiensi dengan para rektorat terkait biaya KKN yang dinilai memberatkan tersebut. 

"Terkait penganggaran KKN dan kita audiensi dan datanya sama, kita tidak tahu saving uang itu kemana," terangnya.

Jika ini tidak dipenuhi, mereka akan menggalang massa yang lebih besar sampai tuntutan dipenuhi. Bahkan, Surat Pernyataan Uji (SPU) juga diedarkan saat audiensi. 

"Makanya kita turun, karena saat audiensi kita mendapatkan data yang sama. Ketika dihitung, kita akumulasi datanya tidak tahu kejelasan kemana," bebernya. 

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Sedangkan Rektor UIJ Ahmad Halid menyatakan, pihaknya sudah sistematik, mulai pendaftaran dan sudah ada prosedurnya masing-masing. 

"Mereka minta transparansi keuangan. KKN kita biaya Rp750 ribu, dari situ nanti akan dibuat untuk atribut KKN yang kembali ke mahasiswa, pembimbing, transportasi dan juga untuk akomodasi yang lainnya, sisanya saving ke Universitas," urainya. 

"Saving inilah nanti, kita gunakan untuk pengembangan kampus, peningkatan SDM, menambah lahan, membayar semua kebutuhan akademik kita, sarana prasarana, kita lengkapi semua kelas. Itu yang dituntut oleh mahasiswa," lanjutnya. 

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Kalau terkait dengan transparansi, pihaknya sudah sesuai dengan prosedur dan semua orang sudah tahu. 

"Saya rektor baru, dan pertama kali ini yang mengelola KKN dan diminta LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) belum dilaksanakan. Saya baru dua tahun dan baru melanjutkan," ucapnya. 

"40 persen saving itu untuk pengembangan. Untuk merinci 40 persen inilah tugas kami, kan itu sebenarnya," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.