Sabtu, 20 Jun 2026 02:01 WIB

Banyak Belum Urus Akta Kematian, Fawait Minta Warga Jember Tertib Administrasi

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 29 Apr 2025 18:25 WIB
Press Conference Bupati Jember Fawait di Pendopo Wahyawibawagraha. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Press Conference Bupati Jember Fawait di Pendopo Wahyawibawagraha. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember mengungkapkan banyak warga yang belum mengurus akta kematian anggota keluarganya. Bupati Jember Muhammad Fawait pun minta warga agar tertib administrasi.

Gus Fawait meminta masyarakat yang paham, seperti RT/RW maupun kepala desa untuk membantu membimbing masyarakat untuk mengurus administrasi akta kematian.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Kami terus berupaya membuat kebijakan dan proaktif mengurus akta kematian dan itu sangat penting sekali. Supaya tidak timpang data di Dispendukcapil, misal penerima bantuan telah meninggal dan sebagainya," tegass Gus Fawait, Senin (28/4/2025) malam.

Kepala Dispendukcapil Jember Isnaini Dwi Susanti mengungkapkan, bahkan juga ditemukan ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak mengurus akta tersebut.

"Banyak kejadian seperti itu, yang tidak mengeluarkan (yang meninggal) dari KK (Kartu Keluarga). Bahkan ada teman saya sendiri, dia (suaminya) meninggal, istrinya tidak tega mengeluarkan dari KK," kata Isnaini Dwi Susanti.

"Padahal, untuk kematian sangat diperlukan sekali. Untuk ahli waris, Bansos, sangat dibutuhkan sekali," sambungnya.

Kemudian, kata Santi, kalau yang meninggal di Jember punya akta kematian otomatis data itu akan valid. Termasuk penerima bantuan yang meninggal dan belum dilaporkan.

Dispendukcapil Jember punya aplikasi J-Lahbako (Layanan Harian Buat Administrasi Kependudukan Orang) yang bisa langsung mengakses tanpa harus datang ke kantor.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Kita punya Lahbako di desa-desa, tidak usah ke kantor. Pemdes bisa mengajukan ke kami," Pesannya.

Jadi apabila meninggal di rumah sakit atau Puskesmas sudah ada keterangan dari dokter. Sedangkan bila meninggal di rumah bisa menggunakan rekomendasi kepala desa. Jangan sampai, setelah ada kepentingan mengurusi warisan atau lainnya, baru mengurusi akta kematian.

"Banyak sekali yang datang itu mengurusi waris, bingung karena sudah meninggal 10 tahun lebih," sebutnya.

Sedangkan data yang diperoleh saat ini, ada sekitar 10 ribuan yang telah mengurusi akta kematian di Dispendukcapil Jember.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Pihaknya akan terus menyampaikan, menggalakkan, mensosialisasikan ke warga, ke rumah sakit, agar warga mengatakan yang sebenarnya.

"Kita minta ke RT/RW warganya yang meninggal siapa dan kirimkan ke Lahbako yang ada di desa. Kita terus berusaha, masyarakat bangga mengatakan yang sebenarnya dan itu lebih bagus," harapnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.