Selasa, 16 Jun 2026 20:09 WIB

Rizal Ramli: 40 Persen Warga Indonesia Belum Menikmati Kemerdekaan

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 16 Mar 2018 19:00 WIB
Rizal Ramli saat nyekar di Makam Bung Karno
Rizal Ramli saat nyekar di Makam Bung Karno

jatimnow.com - Pakar Ekonomi Rizal Ramli menyebutkan meski kemerdekaan Indonesia sudah berusia hampir 73 tahun, namun hanya segelintir orang yang telah menikmatinya.

Ia menyebut sekitar 40% warga Indonesia belum menikmati arti kemerdekaan karena masih banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan ekonominya. Satu contohnya ialah sulitnya mencari pekerjaan.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Kita ini Negara kaya banget, negara paling kaya se-Asia Tenggara, tapi kok masih ada 40 persen yang di bawah itu belum bisa menikmati arti kemerdekaan, makan susah. Kami ingin menjelang 73 tahun Republik merdeka, kemerdekaan harus dengan 'All out' dengan segala itikad perjuangkan agar cita-cita terkabul," kata Rizal Ramli usia nyekar di makam Bung Karno, Jumat (16/03/2018).

Mantan Menteri kabinet Presiden Gus Dur dan kabinet Presiden Jokowi ini mengatakan cita cita kemerdekaan yang sudah lewat 72 tahun itu mulai terlupakan. Sebab, masih banyak masyarakat yang begitu kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari.

Bahkan, ia menyebut banyak diantara para penguasa yang sudah lupa dengan ajaran Bung Karno. Hal ini membuat pemerataan ekonomi di Indonesia menjadi terhambat.

"Karena pikiran dan ajarang Bung Karno tentang Tri Sakti, marhaenisme, keberpihakan bangsa kita sering hanya menjadi sebuah kembang kata saja," ungkapnya.

Selain itu, keprihatinan Rizal bertambah dengan banyaknya gesekan masyarakat akibat perbedaan. Banyak diantara kelompok masyarakat saling bertikai dan tak lagi memiliki toleransi.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Padahal, dalam memerdekakan Indonesia, persatuan masyarakat yang majemuk membuat Indonesia mampu merdeka.

"Ini adalah sebuah kegelisahan. Perbedaan agama, ras, etnis dan suku sekarang sudah jadi masalah. Sekarang adanya perbedaan sudah tidak damai," jelas Rizal.

Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya sebuah keseriusan dalam merubah Indonesia. Hal inilah yang menjadikan Rizal terdorong maju dalam Pilpres 2019.

"Saya rasa masyarakat membutuhkan perubahan," pungkasnya.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

 

Reporter: CF Glorian

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.