Minggu, 07 Jun 2026 12:23 WIB

Lha Kok Iso?

Pasutri di Jember Diseruduk Babi Hutan hingga Terluka

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 24 Apr 2025 16:27 WIB
Korban dibawa ke Puskesmas. (Foto: tangkapan layar)
Korban dibawa ke Puskesmas. (Foto: tangkapan layar)

jatimnow.com - Pasangan suami-istri (Pasutri) di Dusun Karanganyar Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Jember diserang babi hutan, hingga mengakibatkan mereka luka serius.

Pasutri yang diserang babi hutan sekitar pukul 07.30 WIB kemarin, yakni Siani (37) dan Slamet (45) saat sedang mencuci pakaian di sumber air depan rumahnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

"Babi itu dari hutan dan turun ke perkampungan. Korban disini saat mencuci baju lalu diseruduk hingga terlempar. Setelah itu suaminya datang membantu, tapi diseruduk juga," kata Imdad saksi mata, Kamis (24/4/2025).

"Korban yang perempuan paling parah bagian perut, paha, hingga pantat. Sedangkan yang laki-laki luka di bagian tangan, akibat taring," sambungnya.

Menurut Imdad, babi hutan turun ke perkampungan karena saat itu ada beberapa orang yang berburu di hutan membawa anjing, yang jaraknya sekitar 500 meteran.

"Kalau tidak diburu, tidak akan turun. Itu karena diburu," ujarnya.

Akibat dari itu, kedua korban dilarikan ke puskesmas setempat. Sedangkan istri karena mengalami luka serius dirujuk ke rumah sakit.

Selama ini belum pernah ada babi hutan yah turun ke perkampungan. Baru kali ini menyerang warga dan mungkin merasa terganggu atau mencari makan.

Setelah berhasil menyerang pasutri, lalu warga bersama dengan pemburu mengamankan babi hutan tersebut.

"Kondisi babi hutan berhasil ditangkap oleh pemburu dan warga. Dibawa ke selatan, ditombak di sini (area sumber air)," ungkapnya.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Sementara, Sofi anak pasutri itu mengatakan, untuk saat ini ibunya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Yang luka dibagian tangan, perut dan paha. Kondisi baik-baik saja dan sudah sehat. Bapak luka dibagian tangan, akibat serudukan juga. Cuma tidak parah," tambahnya.

Imbauan Camat Sukorambi

Camat Sukorambi Asrah Joyo Widono meminta warga waspada.

"Kita berkunjung ke rumah korban yang diseruduk celeng (babi hutan). Menurut cerita, hasil perawatan d rumah sakit korban mulai membaik," jelasnya.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

"Saya berharap warga sekitar, karena disini berdekatan dengan hutan agar tetap waspada, jika sewaktu-waktu ada kejadian yang sama. Jadi hati-hati. Karena disini dekat perkebunan kali jompo, tidak menutup kemungkinan kejadian serupa," imbau Asrah.

Asrah menyatakan, turunnya babi hutan informasi dari warga karena ada yang memburu di kawasan hutan yang tidak jauh dari pemukiman warga. Bahkan juga ada yang melihat babi hutan, mencari makan di pekarangan atau tanaman warga.

"Menurut cerita keluarga atau saksi, memang ada yang berburu babi hutan, dan juga sering turun ke bawah, mencari singkong, pisang dan sebagainya," terangnya.

Bahkan informasi dari warga, di area perkebunan Kali Jompo masih banyak babi hutan yang harus di waspadai.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.