Rabu, 17 Jun 2026 06:02 WIB

Kisah Wanita Single Parent jadi Pengemudi Ojol di Jember, Bawa Anak Tiap Hari

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 24 Apr 2025 09:13 WIB
Wanita single parent setiap hari bawa kerja sebagai driver ojol (Sugianto)
Wanita single parent setiap hari bawa kerja sebagai driver ojol (Sugianto)

jatimnow.com - Seorang wanita single parent di Jember yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) terpaksa harus membawa serta anaknya saat bekerja setiap hari.

Wanita asal Dusun Krajan Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Jember, setiap hari membawa anaknya ketika menerima orderan ojek. Anaknya ditempatkan duduk di depan pengemudi.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Vera Kurniawati (25) dengan terpaksa harus berjuang sendiri sebagai ojol untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bercerai dengan suaminya beberapa bulan lalu.

"Dibawa, soalnya di rumah tidak ada yang jaga. Usia anak saya 2 tahun. Alhamdulillah, anaknya tidak pernah rewel, tidak pernah sakit," ungkapnya, Rabu (23/4/2025).

Kendala yang dihadapi saat bekerja, cenderung pada sinyal aplikasi ojol yang tersendat saat hujan turun. Dirinya mengaku kebingungan untuk mengaktifkan aplikasi ojolnya.

"Suka dukanya, kadang kalau sudah hujan, kan biasanya dapat orderan, aplikasi dimatikan," akunya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Membawa anak saat bekerja, diakui Vera memang membuatnya serba salah, namun hal itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai orang tua tunggal untuk tetap menjaga anaknya meski harus dilakukan sambil bekerja.

"Kadang kalau ada customer suka, senang, kadang dikasih tips. Saya tidak niat dikasihani orang, tapi customernya sendiri yang ngasih. Bukan saya kesenangan bawa anak, nggak juga. Cuma di rumah tidak ada yang jaga," ungkapnya.

Namun terkadang, Vera mengaku risih dan tidak enak dengan customer ketika anaknya sudah memberi sapaan.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Soalnya sering berinteraksi, kadang manggil kakak, tante, takutnya customer risih atau gimana gitu. Setiap hari saya bawa, mulai jam 8 pagi hingga pukul 12 atau 2 siang. Sore kerja lagi hingga malam jam 9 malam," tuturnya.

Terkadang Vera berpikiran tentang kesehatan anaknya, jika setiap hari dibawa naik sepeda motor. Ia khawatir anaknya masuk angin, sakit atau sepeda motornya yang mogok.

"Cuma sampai saat ini masih aman. Saya mangkal di Jalan Sumatera daerah kampus," ujarnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.