Sabtu, 20 Jun 2026 22:45 WIB

Telaga Ngebel Ponorogo Diserbu 26 Ribu Wisatawan, Sumbang PAD Rp395 Juta

Objek wisata Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)
Objek wisata Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Objek wisata Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo kembali menjadi destinasi favorit masyarakat selama libur Lebaran 2025. Selama periode libur tersebut, sebanyak 26.374 wisatawan tercatat mengunjungi telaga yang terletak di kaki Gunung Wilis ini. Jumlah ini meningkat 64 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan bahwa lonjakan jumlah pengunjung turut berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang tercatat mencapai Rp395.610.000.

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

“Alhamdulillah, pada libur Lebaran tahun ini terjadi peningkatan kunjungan. Tahun 2024 lalu, jumlah pengunjung tercatat 16.005 orang. Tahun ini naik menjadi 26.374. Kenaikan ini juga berdampak langsung pada PAD yang hampir menyentuh angka Rp400 juta,” kata Judha, Rabu (16/4/2025).

Judha menyebutkan, hadirnya beragam atraksi menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Selain pertunjukan seni Reog Ponorogo yang menjadi ikon budaya daerah, Telaga Ngebel juga menghadirkan atraksi baru berupa water fountain yang bisa dinikmati mulai pagi hingga malam hari.

“Kami minta agar selama libur Lebaran, pertunjukan water fountain dipadukan dengan musik dan hiburan lain, supaya pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan,” ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Tak hanya itu, panggung mini di kawasan Telaga Ngebel juga menyuguhkan berbagai pertunjukan tradisional. Keberagaman atraksi ini terbukti efektif menarik minat wisatawan, termasuk para pemudik yang ingin bernostalgia dengan suasana khas Telaga Ngebel.

Judha juga memaparkan data kunjungan harian selama libur Lebaran 2025, yang dimulai sejak 2 April. Pada hari pertama tercatat 3.635 pengunjung, meningkat menjadi 5.815 orang di hari kedua. Kemudian, 3.942 pengunjung pada 4 April, 4.685 pada 5 April, 3.857 pada 6 April, dan 2.315 orang pada 7 April.

“Wisata itu butuh inovasi agar tidak stagnan. Kami ingin Telaga Ngebel terus berkembang dengan menghadirkan hal-hal baru yang menarik bagi wisatawan,” tegasnya.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Ia menambahkan, pertunjukan Reog tetap menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan dari luar daerah yang jarang menyaksikan langsung kesenian tradisional tersebut.

“Kalau warga Ponorogo mungkin sudah biasa, tapi bagi warga dari luar kota, menyaksikan Reog saat liburan tentu menjadi pengalaman yang spesial,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.