Kamis, 18 Jun 2026 17:47 WIB

Dikeroyok Sesama Aremania di Depan Anak Istri, Begini Kisah Muslimin

Muslimin saat  dirawat di RST Soepraoen Kota Malang
Muslimin saat dirawat di RST Soepraoen Kota Malang

jatimnow.com - Pengeroyokan sesama suporter kesebelasan Arema FC (Aremania) yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang saat laga Persebaya Vs Arema, Sabtu (6/10/2018) kemarin, cukup membekas diingatan Muslimin. Warga Malang ini dikeroyok di depan anak dan istrinya.

Akibat kejadian ini Muslimin mengalami beberapa luka, termasuk retak tulang rusuk.

Ia menuturkan, awalnya Muslimin menggendong anaknya yang berusia 15 bulan dan istrinya berada di dekat pintu 10. Tiba - tiba saja ada lemparan sebuah es batu yang mengenai anaknya yang mengakibatkan benjol.

Dirinya bermaksud mengingatkan sang pelempar tersebut, ia mendatangi dan berbicara baik - baik dengan oknum pelempar.

"Kamu yang benar saja kalau lempar - lempar, ini kena anak saya," ucap pria yang akrab disapa Ambon ke suporter yang melempar.

Baca juga: Dikeroyok Sesama Suporter, Korban: Saya Harap Aremania Lebih Bijak

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Tiba - tiba saja beberapa oknum Aremania langsung meneriakkan kata - kata Bonek, Bonek. Alhasil teriakan itu langsung di dengar oleh ratusan orang disekitar lokasi.

"Saya sempat berteriak KTP ku lo asli Malang. Ini lo KTP ku kalau kalian tidak percaya," keluhnya kepada awak media, Minggu (7/10/2018)

Namun pembelaan Ambon tak dapat diterima, ia tetap dihadiahi pukulan dan tendangan sehingga dirinya terjatuh dan terguling.

Ia menjelaskan beberapa tendangan dan pukulan mendarat telak di kepala dan sekujur tubuh sehingga membuat dirinya merasakan sakit. Beruntung meski dikeroyok Muslimin bisa di selamatkan.

"Saya dikeroyok tanpa ampun. Petugas keamanan berhasil menyelamatkan saya dari massa dan dibawa ke luar stadion. Itu anak dan istri melihat karena posisinya mereka di bawah," pungkasnya.

Saat ini Muslimin masih harus menjalani perawatan medik akibat dikeroyok oleh rekan sesama suporter (Aremania).




Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.