Kamis, 18 Jun 2026 16:53 WIB

Warga Payangan Jember Tolak Penyedotan Air Laut untuk Tambak Udang

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 06 Apr 2025 14:15 WIB
Warga Payangan Jember tolak penyedotan air laut untuk Tambak. (Foto: Nawawi/jatimnow.com)
Warga Payangan Jember tolak penyedotan air laut untuk Tambak. (Foto: Nawawi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Payangan Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu Jember menolak penyedotan air laut yang digunakan untuk tambak udang di sekitar lingkungannya. 

Penolakan itu dituangkan dalam spanduk ukuran panjang 2 meter dan tinggi 70 centimeter yang ditulis warga dengan kain dan terpampang di simpang tiga wilayah setempat. 

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Dalam spanduk tersebut, tertulis "Kami masyarakat Payangan menolak dengan adanya penyedotan air laut untuk dialirkan ke tambak udang di Payangan".

Suparto warga setempat mengatakan, dengan penyedotan air laut tentu akan berdampak pada abrasi di pesisir pantai, karena banyak pasir yang ikut tersedot. 

"Penolakannya ini terkait abrasi laut akibat banyaknya pasir yang tersedot di dalam tambak," katanya, Sabtu (5/4/2025).

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Penyedotan air laut yang digunakan untuk dua tambak itu, juga tidak berdampak kesejahteraan ke warga sekitar. Bahkan sumur warga terasa asin seperti air laut, dan tidak bisa dibuat mandi hingga memasak. 

Suparto menyampaikan, warga selama ini juga tidak merasakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari dampak lingkungan yang ditimbulkan. Hanya saja saat panen, warga diberi udang setengah kilogram. 

Warga lainnya, Hariyadi menambahkan, selama ini dua perusahan tambak udang hanya menunjukan dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL) saja.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Menurutnya, bukti yang disodorkan hanya bukti fisiknya saja dan tidak pernah tahu pengelolaan limbahnya. Bahkan diketahui, limbah di buang di muara sungai karena perusahaan tidak menyediakan penampungan.

"Limbah tambak sendiri itu ada kaporit, saponin dan sisa senterat, oli dan solar. Semua tidak ada penampungan dan dibuang ke sungai yang mengalir di muara laut," ungkapnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.