Jumat, 12 Jun 2026 15:50 WIB

Muhammadiyah Pelopori Budaya Aman dan Sehat Beribadah di Masjid

  • Penulis :
  • | Sabtu, 29 Mar 2025 08:21 WIB
PW. Muhammadiyah Jawa Timur menggelar FGD di Gedung PW Muhammadiyah Jawa Timur. (Foto: Arif for jatimnow.com)
PW. Muhammadiyah Jawa Timur menggelar FGD di Gedung PW Muhammadiyah Jawa Timur. (Foto: Arif for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur menjadi pionir terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan saat beribadah di masjid. Inisiasi ini ditandai dengan menggelar focus group discussion (FGD) di Gedung PW Muhammadiyah Jawa Timur.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Muhammad Khoirul Abduh mengakui belum ada tempat ibadah yang menekankan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bersamaan dengan itu, pentingnya memerhatikan dampak lingkungan di sekitar masjid.

Baca Juga: Masjid Al Badar Surabaya Terapkan K3L

“Agak menarik bicara tentang masjid. Tapi sejauh ini belum ada standarisasi, tentang keselamatan dan kesehatan, disabilitas, ramah anak, musafir, sampai lingkungan,” kata Abduh, sapaan lekatnya, Kamis (27/3/3025).

Ia mengakui sejauh ini sangat banyak masjid di Indonesia dengan berbagai tipe. Sayangnya belum inklusif terhadap sesama. Misalnya, mengusir musafir, menggembok pintu masjid, tidak ramah penyandang disabilitas hingga anak-anak

“Ini ide cemerlang, karena belum ada masjid yang menerapkan standar keselamatan dan kesehatan. Kami merespons betul agar ke depan ada evaluasi,” tuturnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Lembaga Hikmah Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jawa Timur, Muhammad Mirdasy menyatakan masjid sudah bukan lagi tempat ritual untuk beribadah.

“Masjid harus menjadi role model pembinaan sekaligus edukasi dan tempat menimba ilmu. Akan sangat bermanfaat apabila implementasi safety culture, health, and environment diberlakukan di masjid,” jelas Mirdasy.

Muhammadiyah dalam mendorong terciptanya tata kelola keselamatan dan kesehatan di masjid ini tidak sendirian. Persyarikatan menggandeng Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Jawa Timur.

Wakil Ketua DK3P Jatim, Edi Priyanto. (Foto: Arif for jatimnow.com)  Wakil Ketua DK3P Jatim, Edi Priyanto. (Foto: Arif for jatimnow.com)

Baca Juga: Klenteng Berdampingan dengan Masjid, Potret Toleransi Beragama di Jember

Dalam penyusunan panduan sekaligus pedoman ini telah dilaksanakan sejak Januari 2025, dengan menyebar kuisioner. Riset ini untuk mengetahui risiko dan ancaman, sekaligus mitigasi yang perlu dilakukan.

Wakil Ketua DK3P Jatim, Edi Priyanto menegaskan, masjid bisa menjadi pusat aktivitas sosial dan pendidikan. Karena itu, pendekatan K3L (Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan) di masjid adalah keniscayaan, bukan tambahan.

“Harapan kami, semua masjid bisa menjadi pionir rumah ibadah yang aman, sehat, ramah lingkungan, dan inklusif. Ini bukan soal standar teknis, tapi gerakan kolaboratif. Sinergi ini untuk menjadikan masjid sebagai tempat ibadah yang rahmatan lil ‘alamin, selamat, dan sehat,” tegasnya.

Kajian awal DK3P menemukan risiko kebakaran karena instalasi listrik yang tak standar, lantai licin, kurangnya akses difabel, hingga penyebaran penyakit menular di ruang tertutup masih sering terabaikan.

Temuan di lapangan menunjukkan sudah waktunya menyusun panduan K3L yang tidak hanya teknis dan aplikatif. Di dalamnya juga berlandaskan pada nilai-nilai maqashid syariah, yakni menjaga jiwa, agama, akal, harta, dan keturunan.

Baca Juga: 3 Calon Gubernur Jatim Berebut Dukungan Muhammadiyah

“Maka itu perlu membangun culture untuk menciptakan K3L di masjid. Tetapi upaya ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, karena perlu intensitas dan kebiasaan dalam membangun budaya,” ujar pria yang juga Wakil Ketua Asosiasi Ahli K3 Jawa Timur.

Terkait dengan lingkungan, sudah saatnya masjid mengimplementasikan Piagam Paris 2015, terkait sustainable development goal’s (SDG’s). Perlunya penyediaan sampah agar tidak mewariskan sampah yang tidak bisa terurai kepada anak cucu.

“Kita tahu masjid kerap menggelar kegiatan dengan menyediakan makanan. Kerap terlihat sampah organik dan nonorganik dicampur. Padahal sampah seperti plastik, sulit terurai. Jika ini dilakukan, sudah bukan lagi memberi amal jariyah. Tapi dosa jariyah kepada anak cucu,” terangnya memungkasi.

Tak lupa pemilahan sampah botol plastik, sirkulasi udara di dalam masjid, penghijauan untuk memberi oksigen, hingga perawatan karpet agar lingkungan tetap bersih dan sehat.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.