Kamis, 18 Jun 2026 12:18 WIB

Perayaan Nyepi di Umbulsari Jember Tanpa Ogoh-Ogoh, karena Bareng Takbiran

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 24 Mar 2025 08:05 WIB
Umat Hindu melaksanakan sesuci di pantai Laut Paseban Kencong. (Foto: Ulum for jatimnow.com)
Umat Hindu melaksanakan sesuci di pantai Laut Paseban Kencong. (Foto: Ulum for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pawai ogoh-ogoh yang biasanya diadakan pada Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1947 oleh Ummat Hindu di Umbulsari Jember kali ini akan ditiadakan. Alasannya, karena bersamaan dengan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 2025.

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Umbulsari, Wahyu Widodo saat pagelaran upacara sesuci laut atau rangkaian Hari Raya Nyepi di Pantai Paseban, Minggu (23/3/2025).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Dengan tema Manawasewa Madawasewa menuju Indonesia emas 2025, umat Hindu memanjatkan lantunan doa di tempat peribadatan yang berada di pinggir laut.

Ratusan ubo rampe dan jolen berjajar rapi, lalu di arak ke pinggir laut serta di lepaskan agar terbawa ombak. Dengan tujuan, untuk membersihkan diri dari segala macam hal hal buruk yang terjadi dan dinamakan sesuci laut.

"Untuk tema sendiri yaitu manawasewa Madamasewa, artinya mengandung makna melayani sesama dan ciptaannya adalah bagian melayani tuhan," katanya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Sedangkan alasan ditiadakan pawai ogoh-ogoh, karena ingin menghormati umat muslim yang sedang melaksanakan Hari Raya Idul Fitri.

"Untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama, tahun ini Ogoh Ogoh yang biasa keliling dan di arak kami tiadakan," jelasnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Karena kita menghormati saudara kami umat muslim, pas malam yang sama mereka melaksanakan takbir jelang hari raya Idul Fitri," sambungnya.

Jadi menurutnya, umat Hindu akan melakukan ritual keagamaan di pura masing masing saja.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.