Kamis, 18 Jun 2026 11:38 WIB

131 Posisi Perangkat Desa di Tuban Kosong, Kabid PMD: Rekrutmen secara Mandiri

  • Penulis :
  • | Rabu, 12 Mar 2025 10:43 WIB
Kabid PMD Tuban, Suhut S.Sos. (Foto: Kominfo Pemkab Tuban for jatimnow.com)
Kabid PMD Tuban, Suhut S.Sos. (Foto: Kominfo Pemkab Tuban for jatimnow.com)

jatimnow.com - 131 posisi perangkat desa di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Tuban mengalami kekosongan. Penyebab, di antaranya, perangkat desa memasuki masa pensiun, meninggal dan penyebab lainnya.

Kepala Dinsos, P3A serta PMD Kabupaten Tuban melalui Kabid PMD, Suhut S.Sos mengatakan, proses pengisian atau rekrutmen perangkat desa yang kosong saat ini, berdasarkan Perbup Tuban, dilaksanakan secara mandiri.

Baca Juga: Korupsi Desa Kediri, Terdakwa Dituntut 9 Tahun, Sosok Politisi Absen di Sidang

"Mandiri, artinya masing-masing desa dapat melaksanakan pengisian perangkat desa secara massal tapi di tingkat kecamatan," ucapnya, seperti dilansir dari laman Pemkab Tuban, Rabu (12/3/2025).

Sedangkan, kata Suhut, kabupaten hanya mendampingi. Secara mandiri, kades mengajukan rekomendasi izin kepada camat terkait hal itu dan kemudian camat akan membuat surat tembusan kepada kabupaten.

"Hingga saat ini kecamatan yang sudah melakukan pelaporan ke kabupaten ada 7 kecamatan, sisanya masih proses," beber Suhut.

Adapun yang sudah selesai diproses ada 2 kecamatan, yaitu Rengel dan Singgahan. Sedangkan lainnya seperti Bancar, Kenduruan, Bangilan, Merakurak masih dalam proses dan sisanya masih perencanaan.

Baca Juga: Gen Z Ogah Jadi Bos, Perusahaan Terancam Krisis Kepemimpinan

Pihaknya berharap, dari proses pengisian perangkat desa yang sudah mandiri ini, mampu menjawab ketentuan kementerian pada saat terjadi lowongan perangkat desa dan diharapkan 2 bulan sudah dapat dilaksanakan proses pengisian perangkat desa.

"Harapannya tidak terlalu lama terjadi kekosongan, sebab beban administrasi di pemerintahan semakin berat, sehingga dibutuhkan kelengkapan personel untuk mendukungnya," harap dia.

Selain itu, ia juga berharap dengan sistem mandiri ini tentu kerja sama dengan pihak ketiga atau perguruan tinggi harus yang kompeten, transparan agar dapat diterima hasilnya oleh masyarakat.

Baca Juga: KAI Buka Rekrutmen Eksternal untuk Lulusan SLTA-S1, Ini Cara Daftarnya

"Kami tekankan pihak ketiga ini harus kompeten, berpengalaman dan memiliki kredibilitas," imbuh Suhut.

Jika pihak ketiga berkualitas, ujar dia, tidak mungkin akan berbuat curang, karena dapat menghancurkan nama baik almamater kampus itu sendiri.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.