Senin, 22 Jun 2026 18:23 WIB

Video Klipnya di Perpusnas Bung Karno Tuai Polemik, Penyanyi Iclik Cinta Minta Maaf

Tangkapan layar video klip Mala Agatha dan Icha Chellow yang menuai polemik.
Tangkapan layar video klip Mala Agatha dan Icha Chellow yang menuai polemik.

jatimnow.com - Penyanyi dangdut Mala Agatha meminta maaf usai lagunya yang berjudul Iclik Cinta mendapat sorotan banyak pihak. Lagu tersebut dianggap tidak senonoh setelah menjadikan Perpustakaan Nasional Bung Karno di Blitar sebagai latar video klipnya. Lagu tersebut kini sudah dihapus oleh rumah produksinya dari platform Youtube.

Permintaan maaf ini disampaikan Mala Agatha melalui laman media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, Mala mengaku mewakili dirinya, manajemen serta rekan duetnya Icha Chellow. Penyanyi dangdut asal Blitar ini meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan pihak Perpustakaan Bung Karno.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Mala Agatha atas nama pribadi dan perwakilan dari manajemen memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada perpustakaan Bung Karno dan juga warga masyarakat kota Blitar serta masyarakat Indonesia umumnya atas kegaduhan yang terjadi terkait beredarnya video klip Iclik Cinta yang menggunakan area makam Bung Karno sebagai latar video klip kami yang dirasa kurang pantas,” ujar Mala, seperti dilihat jatimnow.com, pada Senin (10/3/2025).

Sementara itu Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam mengatakan pihak Perpusnas dan Pemerintah Kota Blitar telah memanggil rumah produksi serta manajemen artis yang membawakan lagu Iclik Cinta tersebut. Hasilnya pihak rumah produksi dan manajemen diminta untuk menghapus video klip yang sudah diunggah ke Youtube.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

“Kami tidak mempersoalkan lagu, karena lagu adalah hak cipta tetapi jangan dong di perpustakaan itu yang kami sesalkan. jangan dong di perpustakaan yang menyimpan sejarah, pemikiran Bung Karno karena Bung Karno sendiri mengatakan berkepribadian dalam kebudayaan. ini kan kebudayaan tapi kan tidak sesuai tempatnya juga kan,” tuturnya.

Pihak Perpusnas Bung Karno pun meminta manajemen untuk meminta maaf ke publik usai viralnya lagu Iclik Cinta yang dianggap melecehkan Bung Karno. Perpusnas Bung Karno juga meminta agar video clip lagu iclik cinta yang telah tayang di youtube itu dihapus.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

“Kami tidak bisa menerima itu, karena itu dilakukan di Perpustakaan Bung Karno, karena Perpustakaan ini membawa nama besar Bung Karno,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.