Senin, 15 Jun 2026 20:56 WIB

Minyakita 800 Mililiter Dikemas 1 Liter Beredar di Lamongan

Disperindag Lamongan saat menyidak pedagang Minyakita di Pasar Sidoharjo. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Disperindag Lamongan saat menyidak pedagang Minyakita di Pasar Sidoharjo. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Minyakita tak sesuai takaran yang tengah meresahkan warga juga ditemukan beredar di Kabupaten Lamongan.

Temuan itu diketahui saat inspeksi mendadak (sidak) oleh Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag), Satgas Pangan Lamongan di Pasar Tradisional Sidoharjo, Senin (10/3/2025) pagi.

Baca Juga: Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Kediri Naik, Stok Minyakita Minim

Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik mengatakan bahwa sidak kali ini sesuai arahan Dirjen Metrologi Kemendag juga menjawab keresahan masyarakat akan Minyakita.

"Kita menyidak beberapa toko juga pasar tradisional," kata Anang.

Anang mengungkapkan, dari sidak yang dilakukan, pihaknya mendapati Minyakita yang isinya tidak sesuai dengan keterangan pada botol kemasan, di salah satu kios.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Salah satu toko tadi kita jumpai menjual Minyakita dengan kemasan 1 liter. Setelah kita ukur, ternyata volume isinya hanya 800 mililiter," bebernya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, kata Anang, pihaknya meminta pedagang untuk tidak menjual Minyakita yang isinya tidak sesuai takaran.

"Kita sudah buatkan berita acara, minyak yang kemasannya tidak sesuai, tidak boleh dijual dulu," tuturnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Selain itu, Anang kenegaskan Disperindag bersama Stagas Pangan bakal menelusuri produsen yang berbuat nakal, dengan mengurangi takaran Minyakita.

"Pada kemasan minyak itu kan ada label produsen minyaknya, nah itu nanti kita akan telusuri," paparnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.