Rabu, 17 Jun 2026 13:57 WIB

2 Pelajar di Ponorogo Diamankan Polisi usai Nyalakan Petasan

Dua pelajar di Ponorogo diamankan beserta barang bukti petasan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Dua pelajar di Ponorogo diamankan beserta barang bukti petasan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua pelajar di Ponorogo diamankan pihak kepolisian setelah kedapatan menyalakan petasan usai salat subuh. Mereka adalah ADEH (18) dan IM (17), warga Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

Kapolsek Sambit, AKP Baderi, mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait suara ledakan petasan di Jalan Baru Kemuning-Waduk Bendo, Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Ponorogo, pada Kamis (6/3/2025).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Masyarakat melaporkan adanya orang yang menyalakan petasan setelah subuh. Saat kami mendatangi lokasi, kami menemukan dua pelaku dengan tujuh selongsong petasan siap ledak dan sebuah korek api,” jelas AKP Baderi.

Kedua pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Sambit. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah bahan peledak berupa serbuk mercon dalam jumlah besar.

Barang bukti yang berhasil diamankan 524,9 gram serbuk abu-abu sebagai campuran bahan peledak. 75 gram serbuk abu-abu tambahan,151,1 gram serbuk putih sebagai bahan peledak, 159,6 gram serbuk kuning dalam kantong plastik merah, 5,3 gram serbuk petasan yang sudah tercampur dalam gelas plastik bening.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Atas temuan ini, kedua pelajar dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak.

“Meskipun mereka tidak kami tahan karena masih berstatus pelajar, proses hukum tetap berjalan,” tegas AKP Baderi.

Baca Juga: Balon Udara Berisi Petasan Jatuh dan Rusak Rumah Warga di Tulungagung

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain petasan secara sembarangan, mengingat risiko ledakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.