Kamis, 18 Jun 2026 11:01 WIB

Warga Luar Kota hingga Ibu Hamil Antre Tukar Uang Baru di Ponorogo

Penukaran uang baru di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Penukaran uang baru di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ratusan warga memadati area parkir Masjid Agung R.M.A.A. Tjokronegoro Ponorogo, untuk menukar uang baru melalui layanan mobil Kas Keliling Bank Indonesia (BI) Kediri, Rabu (5/3/2025).

Antrean panjang terlihat sejak siang, dengan banyak warga yang telah mendaftar melalui aplikasi PINTAR. Tak hanya warga Ponorogo, penukaran uang baru ini juga menarik minat masyarakat dari luar daerah, termasuk Magetan dan Madiun. Bahkan, beberapa di antaranya membawa anak kecil atau sedang dalam kondisi hamil.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Salah satu warga, Kismala Rahmawati, mengaku rela datang jauh-jauh dari Kecamatan Lembeyan, Magetan, untuk mendapatkan uang baru.

“Saya dari Magetan, kebagiannya di Ponorogo,” ujarnya sambil bercanda.

Ia menukarkan uang senilai Rp4,3 juta dalam berbagai pecahan, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1.000. Kismala mengaku baru pertama kali menggunakan layanan kas keliling BI setelah sebelumnya lebih sering menukar uang di bank konvensional.

“Jadwal keluar hari Jumat, pendaftarannya Senin. Saya tunggu-tunggu, sampai pasang alarm di kalender supaya tidak lupa. Begitu pukul 12.00 WIB, langsung masuk aplikasi PINTAR,” jelasnya.

Namun, ia sempat mengalami kendala karena aplikasi PINTAR mengalami gangguan. “Di Madiun sudah penuh, jadi saya coba di Ponorogo. Lumayan, antre sekitar 30 menit,” tambahnya.

Baca Juga: Gubes Unair Bongkar Biang Kerok Pelemahan Rupiah dan Strategi Penyelamatannya

Tak hanya Kismala, Vera Novia, seorang ibu hamil tujuh bulan, juga ikut mengantre untuk menukar uang baru. Ia mengaku biasanya menukar uang di bank, tetapi kali ini mencoba layanan kas keliling.

“Biasanya tukar di bank, ini pertama kali coba kas keliling,” ujarnya.

Meski tengah hamil, Vera tetap bersemangat menukar uang karena kebutuhan untuk dirinya dan orang tuanya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Sebagian uang ini untuk orang tua saya. Mereka sudah sepuh (tua) dan tidak bisa daftar online,” ungkap warga Kecamatan Balong, Ponorogo itu.

Ia juga lebih memilih layanan resmi dari BI dibandingkan jasa penukaran uang di pinggir jalan.

“Kalau di pinggir jalan itu kan ada jasanya,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.