Senin, 22 Jun 2026 05:47 WIB

Pemkab Tulungagung Wacanakan Penerapan Parkir Berlangganan Lagi

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo usai pimpin apel perdana. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo usai pimpin apel perdana. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung mewacanakan penerapan parkir berlangganan lagi. Sistem parkir berlangganan sendiri secara resmi telah dihapuskan sejak 2024 lalu. Akibatnya Pemkab kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah.

Wacana penggunaan parkir berlangganan ini diungkapkan oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo usai memimpin apel di halaman kantor Pemkab Tulungagung.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Tulungagung Nonaktif, KPK Periksa 9 Saksi di Polda Jatim

Gatut mengungkapkan selama ini PAD di Tulungagung masih minim. Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam program 100 hari pertama. Dalam program tersebut pihaknya akan fokus pada perbaikan infrastruktur yang bisa menopang peningkatan PAD terutama dari sektor pariwisata.

"Soal PAD yang minus, ini tugas kita semua termasuk media, bagaimana bisa dilaksanakan bersama-sama, setelah Pilkada selesai kita siap memajukan Tulungagung, sektor yang mau digenjot, terutama jalan infrastruktur dan peningkatan PAD bidang yang mau dimaksimalkan terutama pariwisata dan lainnya, " ujarnya, Senin (3/3/2025).

Gatut Sunu menyebut, hal lain yang mungkin berpotensi menambah PAD adalah sektor parkir berlangganan. Skema parkir berlangganan telah dihapus Pemkab Tulungagung sejak tahun 2024 lalu.

Di tahun 2023 PAD dari sektor ini bisa mencapai Rp9 milliar per tahun. Besarnya PAD dari sektor ini membuat Pemkab mewacanakan kembali skema parkir berlangganan.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Tulungagung Non Aktif dan Ajudannya

Gatut memprediksikan, dengan penerapan kebijakan serupa, PAD dari sektor ini di tahun mendatang bisa mencapai Rp10 miliar - Rp12 milliar.

"Asal tidak menabrak aturan yang ada lho ya, apalagi pertumbuhan kendaraan setiap tahun kan terus bertambah," tuturnya.

Dalam apel ini Gatut juga menyampaikan beberapa hal yang diperolehnya selama mengikuti kegiatan retret di Magelang.

Baca Juga: Tunggakan Tembus Rp197 Juta, Aliran Listrik Rusunawa di Probolinggo Diputus

Menurutnya penting memiliki kesamaan visi dengan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah bisa tegak lurus dengan pemerintah pusat.

"Setelah retreat sudah dijelaskan, bahkan kami mendapatkan langsung kontak ke KPK, BPK sampai Kapolri, pesannya agar melaporkan jika ada anak buahnya yang tidak tegak lurus segera dilaporkan, dan sudah saya sampaikan kepada OPD agar ditindak lanjuti, karena kita harus tegak lurus dengan pemerintah pusat, kami harus tegak lurus dengan pusat," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.