Kamis, 18 Jun 2026 14:10 WIB

Yayasan STAPA Center Perkuat Ketahanan Pangan di Ponorogo dan Wonogiri

Didukung Sampoerna dan GSN, Yayasan STAPA Center perkuat ketahanan pangan di Ponorogo dan Wonogiri. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Didukung Sampoerna dan GSN, Yayasan STAPA Center perkuat ketahanan pangan di Ponorogo dan Wonogiri. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com  – Yayasan STAPA Center, dengan dukungan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia serta Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), melanjutkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Inisiatif ini diwujudkan melalui distribusi dan pelatihan penggunaan mesin pemanen padi (paddy reaper) bagi para petani di Ponorogo, Jawa Timur, dan Wonogiri, Jawa Tengah.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dalam program ini, sebanyak 80 unit mesin pemanen padi didistribusikan kepada 80 kelompok tani di Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut berlangsung dalam acara bertajuk “Panen Raya dan Dukungan Mekanisasi Panen bagi Petani di Ponorogo dan Wonogiri”, yang digelar di Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal, Minggu (2/3/2024).

Sebelumnya, Yayasan STAPA Center bersama Sampoerna dan GSN telah lebih dulu menyalurkan 120 unit mesin serupa kepada 120 kelompok tani di Kabupaten Wonogiri pada 28 Februari 2025. Secara keseluruhan, program ini diperkirakan akan memberi manfaat bagi sekitar 2.000 petani dengan luas lahan garapan mencapai 1.000 hektare.

Direktur Yayasan STAPA Center, Agus Rohmatulloh, menyampaikan harapannya agar program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan mendukung efisiensi dan produktivitas panen.

“Kami percaya bahwa distribusi dan pelatihan penggunaan mesin pemanen padi ini dapat membantu petani meningkatkan hasil panen mereka. Kami berterima kasih kepada Sampoerna dan Gerakan Solidaritas Nasional atas dukungannya dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa mesin yang didistribusikan telah melalui uji coba oleh Tim Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Hasil uji coba menunjukkan bahwa mesin ini memiliki keunggulan ergonomis dan ekonomis dibandingkan metode panen manual.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Arief Triastika, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui teknologi tepat guna.

“Dengan adanya bantuan mesin pemanen ini, kami berharap petani dapat lebih efisien dalam proses panen sehingga keuntungan yang diperoleh semakin optimal. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan,” ungkap Arief.

Direktur Eksekutif Gerakan Solidaritas Nasional, Sutrisno, turut menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi GSN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Kami berharap program ini menjadi model kolaborasi yang dapat diadopsi oleh berbagai pihak untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Ponorogo, Drs. Supriyanto, M.M. Ia menilai bahwa bantuan ini memberikan kemudahan bagi petani dalam proses panen dan berharap ada pendampingan lanjutan untuk memaksimalkan manfaatnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Indonesia semakin maju dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.