Senin, 15 Jun 2026 03:58 WIB

Dihina Goyang Seharga Rp 250 Ribu, Artis Dangdut Banyuwangi Protes

Danang (baju batik) saat menyampaikan klarifikasi kepada seniman di Pendopo Pelinggihan Disbudpar Banyuwangi
Danang (baju batik) saat menyampaikan klarifikasi kepada seniman di Pendopo Pelinggihan Disbudpar Banyuwangi

jatimnow.com - Cuitan seorang artis dangdut jebolan ajang pencarian bakat salah satu televisi swasta membuat geram para artis serta insan musik di Banyuwangi. Cuitan tersebut mematik reaksi dari ratusan artis.

Sejumlah 100 orang lebih dari elemen komunitas MC, artis lokal, dan musisi mengaku tersinggung dengan pernyataan Danang Pradana. Mereka menuntut Danang untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Salah seorang artis di Banyuwangi, Mahesa mengatakan, beberapa waktu yang lalu Danang sempat membuat pernyataan yang menyinggung artis-artis lokal. Artis-artis lokal, kata Danang, terkesan tidak menjual suaranya melainkan bodi dan goyangannya ketika manggung.

"Saya tidak kayak artis Banyuwangi yang 'jual' goyangan Rp 250 ribuan, dalam tanda kutip jual pantat. Dan itu disebutkan ke audien (saat manggung, red) pake mic," ucap Mahesa menirukan Danang di kantor Disbudpar, Kamis (4/10/3018).

Mahesa menerangkan, saat mengucap kata-kata itu, Danang mengisi acara hajatan warga, di Glenmore dan Rogojampi. Atas pernyataan yang dirasa tidak mengenakkan tersebut, dirinya berharap Danang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Itu sudah beberapa kali. Kita sebagai seniman menyayangkan lah sebagai publik figur pernah membawa Banyuwangi. Tapi kenapa dia membuat boomerang buat dirinya sendiri," bebernya.

Saat menggelar klarifikasi yang difasilitasi oleh Kepala Disbudpar M Yanuar Bramuda di Pendopo Pelinggihan, Danang menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka kepada seluruh audien yang saat itu memenuhi lokasi.

"Terima kasih atas atensinya, terima kasih atas kedatangannya, sekali lagi saya minta maaf atas segala apa yang terjadi," ujar Danang.

Danang juga berharap kepada ratusan komunitas artis tersebut untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bagi semuanya.

Dari data yang dihimpun, sebelum menggelar klarifikasi terbuka, perwakilan komunitas tersebut difasilitasi untuk melakukan mediasi oleh Kadisbudpar dan Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Taufik Hidayat.

"Sudah terjadi mediasi antara Danang dan Mas Pilog dari perwakilan komunitas seni di Banyuwangi. Kedua pihak sudah saling memaafkan dan telah ada titik temu," kata Yanuar.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi merupakan miskomunikasi hingga memunculkan rasa ketersinggungan.

Dalam forum klarifikasi tersebut, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Banyuwangi yang dipimpin KabagOps Kompol Sumartono dan Kasat Sabhara AKP Basori Alwi.

Setelah forum klarifikasi usai, ratusan anggota komunitas seniman di Banyuwangi itu membubarkan diri meninggalkan lokasi pertemuan.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.