Selasa, 16 Jun 2026 14:47 WIB

Puluhan Event Budaya di Trenggalek Terancam Batal, Imbas Efisiensi Anggaran

Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan event budaya di Kabupaten Trenggalek terancam dibatalkan. Hal ini merupakan imbas dari kebijakan efesiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.

Event tersebut merupakan upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek untuk mendatangkan wisatawan. Dengan pemangkasan ini mereka bakal kesulitan mengejar target PAD yang ditetapkan.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait kebijakan ini. Meskipun begitu pihaknya dapat menduga mata anggaran yang dilakukan efisiensi.

"Dari Inpres, kami sudah bisa menduga yang diefisiensi seperti perjalanan dinas, rapat koordinasi, studi banding hingga peningkatan SDM," ujarnya, Jumat (21/2/2025)

Kegiatan lain yang berpotensi terdampak efesiensi adalah pembangunan destinasi wisata dan event budaya yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Namun, pihaknya masih perlu mempelajari kepastian anggaran yang diefisiensi.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

"Kami masih bingung jika event terkena efisiensi, apakah jumlah event yang dikurangi atau skala event yang dikecilkan," terangnya.

Menurut Sunyoto, efisiensi anggaran yang dilakukan di Disparbud Trenggalek diperkirakan mencapai 50 persen dari total anggaran yang diajukan pada tahun 2025 yakni mencapai Rp16 miliar.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Menurutnya jika efisiensi telah dilakukan, seharusnya ada revisi target PAD wisata 2025. Hal ini dikarenakan ketika terjadi efisiensi otomatis akan mengurangi event dan pembangunan sarana prasana wisata.

"Ketika efisiensi, sulit mengejar target PAD yang mencapai Rp9,03 miliar. Maka harus ada revisi target PAD 2025," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.