Kamis, 18 Jun 2026 13:16 WIB

Efesiensi Anggaran, Nasib 5 Ribu Honorer di Tulungagung jadi Pertanyaan

Kepala BKPSDM Tulungagung, Soeroto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala BKPSDM Tulungagung, Soeroto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebijakan efesiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat dikhawatirkan akan memangkas tenaga honorer di Kabupaten Tulungagung. Ada sekitar 5 ribu tenaga honorer yang tersebar pada OPD Pemkab Tulungagung.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung, Soeroto mengatakan sampai sekarang belum ada instruksi atau petunjuk pelaksana untuk tenaga honorer terkait dilakukannya efisensi anggaran.

Baca Juga: 3 Koper Diamankan KPK Dari Penggeledahan Kantor Pemkab Tulungagung

Bahkan di SK Kemenpan RB sudah berbunyi bahwa tenaga honorer tetap bekerja di tempat kerjanya saat ini tetap disediakan anggarannya.

“Tenaga honorer masih tetap bekerja, sudah jelas itu Kemenpan-nya,” ujarnya, kamis (20/02/2025).

Saat ini, menurut dia, jumlah tenaga honorer di lingkup Pemkab Tulungagung sekitar 5.000 orang. Mereka terdiri dari sisa tenaga honorer data base dan yang terakhir tahap dua yang sudah bekerja lebih dari dua tahun. Sedang tenaga honorer yang bekerja kurang dari dua tahun tidak didata.

Baca Juga: Ahmad Baharudin Jadi Plt Bupati Tulungagung Usai Gatut Sunu Ditangkap KPK

Soeroto mengaku tidak tahu pasti jumlah tenaga honorer yang masa kerjanya kurang dari dua tahun. Saat disinggung mengenai nasib tenaga honorer tersebut, Soeroto juga belum tahu.

“Masih menunggu kebijakan,” tuturnya.

Baca Juga: 127 Jabatan Kepsek di Tulungagung Kosong, Bupati Pastikan Pengisian Tanpa Calo

Meskipun begitu, Soeroto menjelaskan bahwa tenaga honorer yang kurang dari dua tahun pasti penggajiannya sudah dianggarkan di masing-masing instansinya. Hal ini dikarenakan pengangkatan mereka melalui belanja barang dan jasa.

"Penggajiannya pasti sudah dianggarkan, tapi selanjutnya kita masih menunggu petunjuk dari pusat juga," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.