Kamis, 18 Jun 2026 02:53 WIB

TKW Jember Disiksa Majikan di Arab Sudah Dipulangkan, PKB: Jangan Modal Nekat

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 20 Feb 2025 14:07 WIB
TKW yang disiksa majikan di Arab Saudi tiba di Jember. (Foto: tangkapan layar video)
TKW yang disiksa majikan di Arab Saudi tiba di Jember. (Foto: tangkapan layar video)

jatimnow.com - Tenaga kerja wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Mrawan Kecamatan Mayang Jember yang mengalami siksaan di Arab Saudi tiba di rumahnya.

DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember berpesan agar para PMI tidak bermodal nekat bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Diketahui, Sitti Khoimatul Hoiriyah (34) yang menjadi TKW ilegal diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh majikannya di Arab Saudi. Ia pun minta tolong untuk dipulangkan.

Atas kerja sama anggota DPR RI Fraksi PKB daerah pemilihan Jember - Lumajang, Rivqi Abdul Halim (Gus Rivqi) dan Migrant Care Jember, kini korban kekerasan itu telah tiba di rumahnya.

"Kalau memang menjadi buruh migran yang betul-betul, skillnya disesuaikan dengan yang diminta oleh negara dimaksud atau tujuan. Jangan bondo (modal) nekat yang akhirnya, menjadi permasalahan di negara orang," kata Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi saat dikonfirmasi selulernya, Kamis (20/2/2025).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Tadi jam 9 (pagi) tepat, sudah sampai di stasiun sesuai jadwal disambut oleh sahabat dari Migrant Care Jember, DPC PKB dan pemerintah desa setempat, dengan keadaan sehat, diantar ke rumah yang bersangkutan di Desa Mrawan," sambungnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Jember ini menyampaikan terima kasih, kepada semua pihak yang telah membantu memfasilitasi kepulangan Sitti.

Ayub menyarankan pemerintah kabupaten yang dipimpin Bupati Gus Fawait melalui Dinas Tenaga Kerja, lebih ketat mengawasi atau juga membuka banyak lapangan pekerjaan, agar peristiwa ini tidak terulang lagi bagi masyarakat Jember.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Bagaimana membuka ruang lapangan pekerjaan, agar masyarakat Jember tidak menjadi buruh migran lagi yang ilegal. Kalau memang menjadi buruh migran yang betul-betul skillnya disesuaikan, dengan yang diminta oleh negara dimaksud atau tujuan," pesan Ayub.

Ayub juga meminta Dinas Tenaga Kerja Jember dan pemerintah desa setempat, untuk memantau keberadaan korban agar mendapatkan pendampingan, minimal bisa melupakan trauma penyiksaan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.