Jumat, 19 Jun 2026 02:16 WIB

Ratusan Pegawai Honorer Geruduk Kantor DPRD Bangkalan, Tuntut Kenaikan Gaji

Aksi demo ratusan pegawan honorer di DPRD Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Aksi demo ratusan pegawan honorer di DPRD Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan pegawai honorer di Bangkalan menggeruduk kantor DPRD Bangkalan, pada Senin (17/2/2025). Massa menuntut kenaikan gaji, karena saat ini pendapatan mereka masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bangkalan.

Salah satu honorer, Andi Azis mengatakan pihaknya menuntut pemerintah agar gaji honorer bisa disetarakan dengan UMK Bangkalan. Sebab, saat ini gaji mereka hanya sebanyak Rp1,2 juta. Nilai itu cukup rendah dibandingkan UMK Bangkalan senilai Rp2,3 juta.

Baca Juga: 14 Mobil Dinas Bekas Pemkab Bangkalan Akan Dilelang

"Gaji kami sudah kecil masih harus bayar BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Sebulan kami hanya menerima Rp992 ribu," keluhnya.

Ia mengatakan, selain menuntut kenaikan gaji, mereka juga meminta agar pemerintah tidak lagi membuka rekrutmen CPNS dan PPPK untuk umum. Sebab, masih banyak honorer yang seharusnya diangkat terlebih dahulu menjadi PNS atau PPPK.

"Kami minta pemerintah prioritaskan honorer yang ada. Kami lebih dari 20 tahun mengabdi tidak kunjung diangkat menjadi PNS ataupun PPPK," ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta BPJS Ketenagakerjaan segera membayarkan Jaminan Hari Tua (JHT). Apalagi, honorer saat ini MoU antara Pemkab Bangkalan dan BPJS telah berakhir.

Baca Juga: Perangkat Desa di Bangkalan Wajib jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

"Kami juga keberatan atas pembayaran premi asuransi di BPJS karena sepenuhnya dibebankan ke kami. Padahal seharusnya sebagian dibayarkan oleh instansi," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Bangkalan, Nur Hakim mengatakan pihaknya telah membaca aturan yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya seharusnya JHT bisa dibayarkan.

"Kami akan panggil BPJS hari ini. Kami upayakan bisa segera cair," imbuhnya.

Baca Juga: Rute Bus Trans Bangkalan akan Diubah, Hasil Evaluasi Sepi Penumpang

Namun, Hakim juga mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait rekrutmen CPNS dan PPPK, sebab hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, pihaknya akan berupaya mengakomodir tuntutan honorer melalui pengadaan Barang dan Jasa.

"Kami akan formulasikan di Barjas, nanti kita bisa tentukan," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.