Rabu, 17 Jun 2026 05:33 WIB

Trenggalek Siapkan Pembangunan Tata Kota Berkelanjutan

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat memimpin rapat. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat memimpin rapat. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek serius dalam menyusun tata kota. Mereka menggandeng seorang arsitektur lanskap untuk menciptakan tata kota yang berdaya saing kolektif. Pemkab menginginkan pembangunan ke depan semakin terarah dan tidak hanya menjiplak daerah lain.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan diperlukan sinkronisasi untuk mewujudkan pembangunan jangka panjang dalam upaya mencapai cita-cita Net Zero Carbon. Mereka telah menyiapkan dokumen perencanaan jangka panjang hingga tahun 2045 mendatang.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

"Kalau kita sederhanakan cita-cita kita adalah Net Zero Carbon, kemudian secara ekonomi kita ingin bisa high income. Intinya, kita ingin punya daya saing yang kolektif, tidak hanya ekonominya tumbuh, tapi juga harus sehat dan berdaya saing," ujarnya, Kamis (13/2/2025).

Tidak ingin asal comot atau menjiplak daerah lain, Mas Ipin berharap pembangunan Trenggalek ke depan semakin terarah. Mereka harus mampu membangun kota yang berkelanjutan dan green economic.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Secara ekonomi kita harus bisa menarik orang untuk mau berinvestasi, menarik yang di dalam untuk bisa kerja. Maka dari itu, perlunya kita membuat perencanaan tata kota yang baik," tuturnya.

Sementata itu, arsitek landskap, Qintharra U. Yassifa, menyampaikan bahwa konsepnya adalah untuk menciptakan Smart City Hub yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Trenggalek juga dinilai memiliki banyak potensi menarik, seperti kebun kopi yang merupakan cagar budaya.

Baca Juga: ASN Pemkab Trenggalek Kompak Kenakan Baju Muslim di Hari Santri

"Kita bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan value ekonomi dan menarik wisatawan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.