Selasa, 16 Jun 2026 21:14 WIB

Gaji Non-ASN Macet hingga Dirumahkan, PKB Minta Pemkab Jember Tanggung Jawab

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 12 Feb 2025 15:48 WIB
Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Pemerintah Kabupaten Jember bertanggung jawab atas polemik gaji tenaga non-ASN yang macet hingga ribuan honorer dirumahkan.

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menilai kebijakan ini semakin kacau. Selain itu juga bisa mengganggu jalannya pemerintahan. 

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Menurutnya, banyak non-ASN di Jember baik yang masih bertugas dan yang dirumahkan hingga saat ini tidak mendapatkan gaji mulai Januari 2025.

"Aturan soal honorer ini sudah ada sejak 2023, dan pemerintah daerah diberi waktu sampai Desember 2024. Kenapa beberapa daerah bisa menyelesaikan masalah ini, tapi Jember justru bermasalah," tegas Ayub, Rabu (12/2/2025). 

Ayub membandingkan Yogyakarta dan Surabaya, pemerintah daerah disana menurutnya lebih siap mencari solusi, sehingga semuanya termasuk non-ASN berjalan lancar.

"Jogja dan Surabaya menggunakan skema belanja jasa untuk membiayai pegawai non-ASN. Ini bukti, ada cara yang bisa ditempuh jika pemerintah daerah mau serius," tegasnya.

Seharusnya, Ayub menyatakan, permasalahan tentang honorer tidak terjadi di Kabupaten Jember dan bisa diantisipasi saat pembahasan APBD Tahun 2025 lalu. Mantan Wakil Ketua DPRD menuding, Pemkab Jember lalai dalam menyusun perencanaan anggaran. 

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Jika kesalahan utama ada pada penyusunan database pegawai, pemerintah daerah tidak bisa lepas tangan. Bahkan untuk berkirim surat ke pusat pun, ini jelas bentuk kelalaian," terangnya.

Namun demikian, PKB Jember tidak hanya menyalahkan pemerintah, tetapi mencari solusi konkret agar non-ASN yang dirumahkan mendapat kepastian.

"Kami mendesak pembentukan pansus secepatnya, untuk mengungkap akar masalah ini. Sehingga bisa ditemukan solusi yang tepat," ujarnya.

Diungkapkannya, terkait anggaran bisa disesuaikan dengan belanja jasa sehingga pegawai non-ASN tetap bisa bekerja. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan oleh pemkab sejak awal.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Harusnya pemerintah daerah lebih bijak dalam penganggaran. Jika aturan melarang pengangkatan honorer, seharusnya sejak awal mereka mencari solusi lain. Tapi faktanya, mereka diam saja," bebernya.

Pihaknya pun meminta Pemkab Jember meminta maaf kepada honorer atau non-ASN akibat kelalaiannya dalam penganggaran dan telah merugikan orang banyak, terutama Non ASN yang kehilangan pekerjaan.

"Kesalahan ini jelas ada di pemerintah daerah. Kalau sejak awal mereka mengantisipasi, masalah ini tidak akan terjadi. Sekarang bagaimana mereka bertanggung jawab," ungkapnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.