Rabu, 17 Jun 2026 22:54 WIB

Nasib Ribuan Pegawai Non-ASN di Jember, Tunggu Penerbitan SK PPPK

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 11 Feb 2025 15:05 WIB
Ratusan honorer Non ASN mengadu ke DPRD Jember (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ratusan honorer Non ASN mengadu ke DPRD Jember (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nasib ribuan non-ASN tergantung Surat Keputusan (SK). Mereka berharap pemerintah segera menerbitkan SK bagi pegawai non-ASN PPPK penuh waktu dan paruh waktu.

"Karena posisi kami non-ASN menunggu untuk mendapatkan SK PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu, yang saat ini masih kosong," kata Arjun Sutrisno Wibowo, Senin (10/2/2025).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Adanya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 membuat para honorer di Jember galau. Banyak yang dirumahkan atau dibebastugaskan.

Artinya, terhitung tahun 2025 tenaga non-ASN atau honorer sudah tidak boleh, karena dalam Undang-undang yang disahkan 21 Oktober 2023 tersebut sudah jelas.

"Dalam pasal 66 bahwa pemerintah harus menyelesaikan penataan tenaga non-ASN menjadi ASN paling lambat Desember 2024. Artinya, sejak Januari 2025 sudah tidak ada lagi namanya tenaga non-ASN," jelasnya.

Sedangkan di Kabupaten Jember, terdapat sekitar 11 ribu pegawai non-ASN dan 2 ribu lolos seleksi PPPK penuh waktu serta 7 ribu masuk data base Badan Kepegawaian Nasional (BKN) atau calon PPPK paruh waktu.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Cuma 2 ribuan lolos (PPPK) kemarin, cuma sama seperti kita statusnya, sama-sama menunggu SK," beberapa Arjun.

"Sisanya 5 ribuan posisinya saat ini, masih berproses, menunggu di SK menjadi PPPK paruh waktu," sambungnya.

Pemerintah dan DPRD juga merencanakan bagi non-ASN yang belum masuk database atau pangkalan BKN, untuk dijadikan tenaga outsourcing.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Sedangkan Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono menambahkan, pihaknya nanti akan bersama 2 orang perwakilan non-ASN akan mendatangi Kemenpan-RB dan BKN.

"Bagaimana dan biar langsung dijawab oleh (pemerintah) pusat. Karena tumpuan di kabupaten dulu, kita yang dijadikan acuan teman-teman ASN. Kita bawa 2 orang, kamar hotel kita yang tanggung," tegas Budi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.