Rabu, 17 Jun 2026 03:28 WIB

Pj Bupati Bangkalan Ajak Warga Tabung Minyak Jelantah, Ini Targetnya

Gerakan menabung minyak jelantah (dok. Kominfo Bangkalan for jatimnow.com)
Gerakan menabung minyak jelantah (dok. Kominfo Bangkalan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Gerakan menabung minyak jelantah dan mendaur ulang limbah botol mulai dilakukan di Bangkalan. Gerakan ini dimulai oleh SDN 1 Kemayoran.

Pj Bupati Bangkalan, Dr. Arief M. Edie, M.Si, mengatakan, pengelolaan sampah yang baik dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pasalnya, limbah minyak jelantah bisa dikumpulkan dan diekspor sehingga menjadi peluang ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Di SDN Kemayoran 1 Bangkalan sangat bagus, mereka mengumpulkan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah dan botol plastik sebagai bahan daur ulang untuk produk kreatif dan terbarukan," ujarnya, Rabu (5/2/2025).

Ia mengatakan, pihaknya menggandeng Gekraf untuk gerakan ini. Nantinya, limbah berupa minyak jelantah ini akan dikumpulkan dan diekspor untuk dimanfaatkan sebagai produk energi alternatif.

"Untuk sampah plastik juga dimanfaatkan untuk produk kreatif lainnya," tambah Arief.

Baca Juga: Pameran Bayi Mikroplastik di Surabaya, Potret Kelam Penjajahan Plastik

Dikatakannya, di SDN Kemayoran 1, dalam beberapa hari para siswa sudah berhasil mengumpulkan 500 liter minyak jelantah. Ia menilai potensi ini bisa terus dikembangkan oleh sekolah lain dan masyarakat Bangkalan.

"Gekraf memiliki target hingga lebih dari 1.000 ton. Jika semua sekolah dan masyarakat bergerak, saya yakin target tersebut bisa terpenuhi. Itu bisa menciptakan peluang ekonomi, termasuk sebagai potensi bagi PAD Bangkalan," jelasnya.

Baca Juga: Kurangi Sampah di TPA Ngipik, Pemkab Gresik Operasikan Landfill Mining

Ia berharap langkah inovatif SDN Kemayoran 1 Bangkalan dapat dijadikan percontohan dan diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya. Selain itu, diharapkan konsep pengelolaan sampah ini juga bisa diterapkan di tingkat kecamatan.

"Masyarakat juga harus mulai melaksanakan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga. Misalnya, sampah plastik bisa dijadikan peluang ekonomi melalui bank sampah atau bahan daur ulang dan untuk sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pembuatan pupuk," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.