Minggu, 21 Jun 2026 12:05 WIB

Polisi Periksa Pemilik Catering Menu Slametan Penyebab Keracunan Massal di Ponorogo

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Ponorogo terus mengusut kasus keracunan massal yang terjadi di dua lokasi, Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo dan Desa Belang, Kecamatan Bungkal. Hingga saat ini, sebanyak 41 orang telah diperiksa, termasuk pemilik catering yang menyediakan makanan yang diduga menyebabkan kejadian tersebut.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian telah mengumpulkan berbagai keterangan dari korban hingga penyedia catering.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Kami telah meminta keterangan dari 41 saksi, termasuk pemilik catering yang menyediakan sate dan gulai kambing di dua lokasi tersebut,” ungkap AKBP Andin pada Selasa (4/2/2025).

Dalam upaya menemukan penyebab pasti keracunan, polisi telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium kesehatan.

“Sampel makanan telah diambil dan sedang diuji. Kami masih menunggu hasilnya untuk mengetahui zat apa yang menyebabkan keracunan,” tambahnya.

Meski dugaan awal mengarah pada sate dan gulai kambing, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil laboratorium yang valid.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Sebelumnya, keracunan massal ini terjadi di dua lokasi berbeda namun dengan katering yang sama. Sebanyak 46 warga Desa Bondrang mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah menyantap sate gulai kambing pada acara dzikir fida’ di rumah seorang warga pada Kamis (30/1/2025) malam.

Sementara itu, 22 santri dan pengasuh ponpes di Desa Belang mengalami gejala serupa setelah menyantap makanan berbuka puasa pada Jumat (31/1/2025) pagi.

Kapolres memastikan bahwa seluruh saksi yang berkaitan dengan peristiwa ini telah dimintai keterangan guna mengungkap fakta sebenarnya.

Baca Juga: Keracunan Massal MBG di Surabaya, BGN dan Dinkes Temukan Pelanggaran SOP

“Kami ingin memastikan penyebab pasti dari keracunan ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas AKBP Andin.

Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.