Sabtu, 20 Jun 2026 05:08 WIB

Tatapan Kosong Anak di Jember saat Habisi Nyawa Bapaknya

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 27 Jan 2025 20:28 WIB
Suasana rumah anak bunuh bapak di Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Suasana rumah anak bunuh bapak di Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang anak berusia 19 tahun di Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember tega menghabisi nyawa bapaknya, seorang pengusaha bernama H. Jen (60), pada Minggu (26/1/2025) tengah malam. Saksi melihat, tatapan kosong si A, saat memenggal leher bapaknya.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Puger AKP Facthur Rahman usai memeriksa beberapa saksi di kantornya, Senin (27/1/2025). Saksi yang sempat melerai percekcokan antara bapak dan anak itu melihat mata tersangka yang melotot dengan tatapan kosong

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Jadi keterangan dari tetangga yang memisah itu, sama istrinya korban, tersangka matanya sambil melotot-melotot. Keterangan dari saksi, dan pihak keluarga, matanya itu tatapan kosong," sebut Kapolsek Puger. 

Korban H. Zaini Arifin alias H. Jen sempat keluar dari rumahnya, untuk menghindari anaknya yang sedang marah menuju ke rumah tokoh agama setempat. 

"Setelah tersangka duduk, hanya orang tua keluar rumah dan ingin meminta bantuan kepada tokoh agama atau kiai, untuk didoakan agar anaknya tidak sering-sering kambuh," ungkapnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Seketika itu, anaknya mengejar korban yang seorang pengusaha itu dengan membawa sebilah parang dan memenggal leher korban hingga terputus di tengah jalan desa, tepatnya di samping tiang listrik kurang lebih jaraknya 200 meteran, sebelah barat rumah korban.

"Kita tidak bisa mengatakan anak ini depresi, karena harus ada pemeriksaan dari psikiater. Mungkin nanti setelah sembuh kita akan melakukan saksi ahli psikiater RSD dr soebandi, untuk mengetahui secara psikiater bagaimana kondisinya," jelas Kapolsek. 

Setelah melakukan pembacokan, lalu tersangka membawa potongan kepala bapaknya dan berjalan ke arah timur. Bahkan, tersangka juga meminta tolong tetangga dan ada beberapa orang mencoba menghentikan atau melerai. 

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Dan (kepala) dibawa oleh tersangka AR ke tempat lain, sekitar 40 meteran (dari TKP)," terang Facthur. 

Tidak lama kemudian, tersangka juga melakukan penganiayaan kepada tetangga atau saudaranya hingga mengalami luka akibat sabetan parang. Setelah itu, tersangka menggorok lehernya sendiri atau melakukan bunuh diri, hingga mengalami luka parah di bagian leher. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.