Jumat, 12 Jun 2026 05:13 WIB

Rawon Cak To di Bangkalan, Warung Legendaris 3 Generasi

Hidangan Rawon Cak To. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Hidangan Rawon Cak To. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warung Rawon Cak To yang berdiri di Jalan Panglima Sudirman Kecamatan Socah, Bangkalan, masih cukup ramai dikunjungi. Rumah makan yang berdiri sejak 1960 ini masih bertahan hingga kini.

Warung legendaris ini diakui tetap mempertahankan resep 65 tahun yang lalu sejak awal berdiri. Bahkan, resep itu tak dimodifikasi untuk menjaga keaslian cita rasa rawon yang khas.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Salah satu pembeli, Hafid mengaku keluarganya selalu menjadi langganan warung tersebut. Apalagi saat ia keluarganya kedatangan tamu, selalu disuguhi rawon khas Warung Cak To ini.

"Dari dulu sampai sekarang kalau untuk beli rawon kami selalu kesini. Kalau di rumah ada tamu, juga selalu kami ajak kesini karena disini rasanya sangat khas, tidak ditemukan di tempat lain," ujarnya, Sabtu (25/1/2025).

Menurut Hafid, selain rasanya yang khas, daging sapi yang disajikan dalam seporsi rawon cukup banyak dan memiliki potongan besar. Apalagi, daging terasa lembut dan enak saat digigit.

"Teksturnya terasa, namun tidak alot. Jadi enak dikunyah. Rasanya khas dan kaldunya lezat," ungkapnya.

Menurutnya, warung tersebut merupakan salah satu makanan 'hidden gem'. Sebab, lokasinya berada di pelosok atau sisi barat pasar Socah.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Sementara pemilik warung, Suharto mengatakan, warung itu pertama kali didirikan oleh neneknya di tahun 1960. Lalu warung itu diwariskan pada orangtua Suharto, hingga kini dikelola dirinya.

"Awal buka dulu tahun 1960 dan lokasinya memang di sini," jelasnya.

Warung ini buka mulai pukul 05.30 hingga pukul 15.30 WIB setiap hari. Selain menyediakan rawon, ia juga menyediakan nasi campur.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

"Di sini menunya dua, nasi campur dan nasi rawon. Harganya Rp25 ribu untuk satu porsinya," tuturnya.

Ia mengaku, resep yang digunakan saat ini adalah resep turun temurun dari neneknya. Ia juga selalu menjaga kualitas dan rasa khas rawon itu agar para pelanggan bisa tetap menikmati olahan rawon khas resep neneknya.

"Alhamdulillah para pelanggan kami tidak pernah komplain soal rasa. Karena memang resepnya turun temurun dan tidak ada yang kami ubah," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.